Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tokocrypto resmi menyelesaikan proses migrasi ke ekosistem ICEX Group pada Kamis (18/6).
Dengan bergabungnya Tokocrypto, jumlah Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah menyelesaikan proses onboarding ke ekosistem tersebut bertambah menjadi lima perusahaan.
Sebelumnya, empat PAKD yang telah lebih dulu bergabung yakni OSL Indonesia, Upbit Indonesia, Nanovest, dan Mobee. Sejumlah PAKD lain juga dijadwalkan menyusul untuk melakukan transisi ke dalam ekosistem ICEX Group.
CEO ICEX Group, Kai Hamza, mengatakan bergabungnya Tokocrypto menjadi momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital di Indonesia.
Baca Juga: Gelar RUPST, Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tebar Dividen Rp 9,9 Miliar
"Kami menyambut baik bergabungnya Tokocrypto ke dalam ekosistem ICEX Group. Dengan telah bergabungnya lima PAKD hingga saat ini, kami melihat momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital Indonesia," ujar Kai dalam keterangan resmi, Senin (22/6).
Ia menambahkan, fokus ICEX Group tetap pada pembangunan ekosistem yang mengedepankan integritas pasar, efisiensi operasional, perlindungan investor, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Migrasi Tokocrypto merupakan bagian dari proses onboarding bertahap para PAKD pendiri ke dalam ekosistem ICEX Group. Langkah ini dilakukan secara terkoordinasi guna memastikan keberlangsungan layanan, akses pasar, dan perlindungan aset pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah proses penguatan infrastruktur tersebut, industri aset kripto nasional masih mencatat pertumbuhan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di pasar spot mencapai Rp 22,98 triliun pada April 2026, meningkat 2,86% dibandingkan Maret 2026 yang sebesar Rp 22,34 triliun.
Dengan capaian tersebut, total nilai transaksi aset kripto secara tahun berjalan (year to date/YTD) hingga April 2026 mencapai Rp 99,01 triliun.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bergabungnya perusahaan ke dalam ICEX Group menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan industri aset digital nasional.
"Kami menyambut baik selesainya proses migrasi ke ekosistem ICEX Group. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung perkembangan industri aset keuangan digital nasional dan memperkuat ekosistem pasar yang semakin terintegrasi," kata Calvin.
Menurutnya, kolaborasi antar pelaku industri, dukungan infrastruktur pasar, dan inovasi berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekosistem aset digital Indonesia ke depan.
Sebagai informasi, ICEX Group saat ini beroperasi melalui tiga entitas berlisensi, yakni Indonesia Crypto Exchange(ICEX) sebagai bursa aset keuangan digital, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset.
Ke depan, ICEX Group akan melanjutkan proses onboarding bagi PAKD pendiri lainnya secara bertahap sesuai kesiapan operasional dan ketentuan regulator.
Perusahaan optimistis semakin banyaknya pelaku industri yang bergabung akan memperkuat fondasi pasar aset keuangan digital Indonesia yang lebih transparan dan berdaya saing global.
Baca Juga: Keputusan Final Klasifikasi MSCI Jadi Penentu Utama Kecepatan Pemulihan IHSG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












