kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

ICDX Ajak Perusahaan Pialang Legal Masuk Bursa Berjangka Komoditi, Ini Caranya


Kamis, 29 Februari 2024 / 19:09 WIB
ICDX Ajak Perusahaan Pialang Legal Masuk Bursa Berjangka Komoditi, Ini Caranya
ILUSTRASI. Head of Learning Center ICDX, Anang Eko Wicaksono dalam ICDX Group Journalist Class


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) menyampaikan bahwa transaksi di bursa berjangka komoditi masih didominasi oleh transaksi di luar bursa atau over the counter (OTC), di mana perdagangan tersebut tidak tercatat di bursa, sehingga dapat disebut sebagai perdagangan berjangka komoditi yang ilegal.

Baca Juga: ICDX Targetkan Perdagangan Berjangka Komoditi Bisa Tumbuh di Atas 20% pada 2024

Untuk itu, Head of Learning Center ICDX, Anang Eko Wicaksono mengatakan, pihaknya saat ini terus mengajak pelaku-pelaku ilegal tersebut untuk masuk ke bursa berjangka komoditi, guna melakukan perdagangan secara legal melalui literasi dan edukasi.

Kendati begitu, Anang tidak menjelaskan secara rinci alasan dari para pelaku perdagangan berjangka komoditi tersebut, mengapa mereka lebih memilih jalan perdagangan yang ilegal. Namun, dia memastikan para pelaku ilegal itu akan segera menjadi anggota perdagangan berjangka komidi yang legal. 

“Saya melihat, beberapa temen yang di ilegal sudah mau masuk ke legal atau menjadi anggota pialang legal. Di ICDX saja sudah beberapa yang berproses ke legal,” kata Anang dalam acara ICDX Group Journalist Class, Kamis (29/2). 

Baca Juga: IDCX Targetkan Transaksi Komoditas Syariah di 2024 Mencapai Rp 2,3 Triliun

Dia pun berharap, kedepannya anggota perdagangan berjangka komidi yang legal itu, jumlahnya bisa semakin banyak. Tahun ini sendiri sudah ada sebanyak dua hingga tiga perusahaan legal yang menghubungi ICDX. 

Lebih lanjut, Anang mengatakan, bagi perusahaan pialang yang ingin melakukan perdagangan di bursa komoditi tersebut, harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya yakni, terdaftar sebagai anggota bursa dan selanjutnya dapat mengajukan izin ke Bappebti.

"Ketika mereka menjadi anggota bursa, mereka harus bertransaksi produk bursa atau produk multilateral. Sehingga semua pialang itu bisa bertranskasi produk multilateral. Setelah itu berjalan, bisa mengajukan izin tambahan misalnya untuk menyelenggarakan transaksi," kata Anang. 

Baca Juga: ICDX Toreh Transaksi Melampaui 29 Ribu Lot di Hari Pertama Perdagangan

Adapun dalam perdagangan bursa berjangka komoditi di ICDX, terdapat dua mekanisme perdagangan diantaranya adalah mekanisme multilateral dan mekanisme sistem perdagangan alternatif.

Anang mengatakan, dua mekanisme tersebut menjadi mekanisme perdagangan yang legal atau telah terregistrasi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Adapun hingga saat ini terdapat 64 perusahaan pialang yang tercatat.

"Kalau perusahaan yang terregistrasi di Bappebti sekitar 63 atau 64 perusahaan pialang," imbuhnya. 

Sementara itu, sejak awal tahun sampai dengan bulan November 2023, ICDX mencatatkan total transaksi perdagangan sebanyak 5.768.054 lot. Jumlah ini meningkat 12,81% dibandingkan dengan total transaksi tahun 2022 yang sebanyak 5.113.123 lot. 

Baca Juga: Dorong Bursa CPO, ICDX Tambah 17 Lokasi Penyerahan Fisik Minyak Sawit Mentah

Adapun komposisi transaksi di tahun 2023 hingga November terdiri dari 1.517.263 lot transaksi multilateral dan 4.250.791 lot transaksi di Sistem Perdagangan Alternatif (SPA). 

Transaksi multilateral tahun 2023 meningkat 56,33% dibandingkan tahun 2022 yang jumlah transaksinya sebanyak 970.550 lot.  

Sementara itu, untuk transaksi di SPA terjadi kenaikan transaksi dari tahun 2022 ke tahun 2023 sampai akhir November sebesar 2,61%, dari 4.142.573 lot menjadi 4.250.790. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×