kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

IHSG Anjlok Imbas Aksi Demo, Dana Asing Keluar Jumbo Hari Ini, Jumat (29/8)


Jumat, 29 Agustus 2025 / 19:02 WIB
IHSG Anjlok Imbas Aksi Demo, Dana Asing Keluar Jumbo Hari Ini, Jumat (29/8)
ILUSTRASI. Suasana main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta (25/8/2025). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihantam sentimen aksi demonstrasi pada perdagangan hari ini, Jumat (29/8/2025).


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihantam sentimen aksi demonstrasi pada perdagangan hari ini, Jumat (29/8/2025).

Mengutip data RTI, IHSG itutup anjlok 121,59 poin atau 1,53% ke 7.830,49 pada akhir perdagangan Jumat (29/8/2025).

Padahal, IHSG di perdagangan kemarin sempat menyentuh level psikologis 8.000, meski akhirnya ditutup lebih rendah.

Menurut VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, pelemahan ini disebabkan ketidakstabilan politik Tanah Air beberapa waktu terakhir.

Sedikit informasi, kemarin, ribuan buruh turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah minimum 2026, penghapusan sistem outsourcing berikut beleidnya, hingga reformasi pajak. Amarah massa semakin memanas setelah mengetahui adanya korban yang berakhir meninggal dunia. Aksi demonstrasi pun kembali berlanjut hingga hari ini.

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,53% ke 7.830 pada Jumat (29/8/2025), SCMA, TOWR, KLBF Top Losers LQ45

Peristiwa itu membuat dana asing raib cukup besar hari ini. Mengutip data RTI, asing jual bersih atau net sell jumbo Rp 1,12 triliun di seluruh pasar. 

Tapi selain itu, lanjut Audi, pelemahan juga terjadi seiring kinerja emiten big caps seperti DCII dan DSSA yang tak sepenuhnya solid. Ditambah, ada anomali pelemahan rupiah padahal indeks dolar AS sedang turun. “Sehingga kami melihat ada ketidaksinambungan yang terjadi di pasar,” telisiknya. 

Ekonom PT Panin Sekuritas Tbk Felix Darmawan menambahkan, sentimen pelemahan IHSG hari ini juga disebabkan aksi profit taking investor asing, dengan net sell di beberapa saham big caps seperti perbankan dan komoditas pasca reli beberapa waktu lalu. 

Tapi tetap saja, aksi demonstrasi yang berlanjut hari ini berpengeruh besar buat investor asing sehingga berpotensi minggat dari pasar saham Tanah Air. Sebab, tensi panas demonstrasi memberi tekanan tambahan karena investor asing lebih sensitif terhadap isu stabilitas politik. 

Bagi asing, faktor ini menambah hambatan jangka pendek meski fundamental ekonomi Indonesia dinilai Felix masih cukup solid. “Demonstrasi yang berakhir ricuh jelas meningkatkan persepsi risiko, sehingga ada potensi arus keluar dana asing,” ucap Felix.

Felix menjelaskan, karakter aliran dana asing biasanya lebih bersifat taktis, yakni dengan mengurangi eksposur saat risiko meningkat ketimbang benar-benar keluar permanen. 

“Artinya, selama fundamental makro tetap terjaga, investor asing masih akan kembali masuk setelah kondisi sosial mereda,” imbuh Felix.

Felix mengatakan, ruang IHSG untuk kembali menembus 8.000 memang ada, tetapi potensi koreksi jangka pendek cukup besar mengingat pasar sudah relatif overbought.

Audi menaksir, IHSG akan cenderung fluktuatif dengan rentang pergerakan dalam jangka pendek di level support 7.750 dan resistance 8.000 ke depan.

“Kami melihat ruang positif dari sektor barang baku seiring dengan harga emas yang mencetak level tertinggi dalam sebulan terakhir, juga pada sektor defensif,” ujar Audi.

Para pelaku pasar, menurut Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia Fath Aliansyah, bisa memanfaatkan momen pelemahan ini. 

“Untuk investor yang memiliki time frame lebih panjang, koreksi yang terjadi saat ini dapat dijadikan momentum untuk melakukan pembelian secara bertahap,” sarannya. 

Sebab menurut Fath, koreksi ini masih di taraf wajar mengingat IHSG sudah menyentuh titik tertinggi sebelumnya. Tak hanya dari dalam negeri, IHSG juga masih akan terpantik sentimen global. 

Untuk itu, Audi merekomendasikan investor untuk speculative buy terhadap saham BBRI, AMMN, dan BRMS. Masing-masing dia bidik dengan target harga Rp 4.250, Rp 8.450, dan Rp 505 per saham. 

Baca Juga: IHSG Sempat Turun 2%, BEI Tegaskan Fundamental Pasar Masih Kuat

Selanjutnya: Puan Maharani Minta Maaf, Janji DPR Akan Berbenah dan Dengar Aspirasi Rakyat

Menarik Dibaca: Jawara Kripto Top Gainers di Saat Mayoritas Aset Kripto Keok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×