kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Profitabilitas Naik Signifikan, Begini Respons Bos Aneka Tambang (ANTM)


Jumat, 29 Agustus 2025 / 20:15 WIB
Profitabilitas Naik Signifikan, Begini Respons Bos Aneka Tambang (ANTM)
ILUSTRASI. Direktur Utama ANTAM Achmad Ardianto berbicara sebelum melakukan uji coba motor listrik GESITS pada pameran yang dilakukan di Kantor Pusat ANTAM, Jakarta, Rabu (11/8/2025). Aneka Tambang (ANTM) membuktikan efektivitas strategi diversifikasi dan inovasi bisnisnya dalam menghadirkan pertumbuhan solid dan berkelanjutan.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuktikan efektivitas strategi diversifikasi dan inovasi bisnisnya dalam menghadirkan pertumbuhan solid dan berkelanjutan.

Terbukti, pada periode enam bulan pertama 2025, ANTM berhasil mencatatkan capaian kinerja keuangan yang cemerlang berkat didorong pertumbuhan kinerja komoditas emas dan nikel.

ANTM sukses mencatat pertumbuhan profitabilitas pada semester I-2025 dengan capaian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 203,23% yoy menjadi Rp 4,70 triliun.

Selaras dengan itu, ANTM membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 7,11 triliun pada semester I-2025, atau melesat 194% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 2,42 triliun.

Baca Juga: Kinerja Erajaya (ERAA) Bakal Terkerek Penjualan iPhone 17, Ini Rekomendasi Sahamnya

Direktur Utama Aneka Tambang Achmad Ardianto mengatakan, hasil yang diraih pada paruh pertama 2025 mencerminkan keberhasilan seluruh insan ANTM dalam mengimplementasikan strategi diversifikasi yang adaptif dan selaras dengan dinamika pasar global.

Dengan mengedepankan inovasi, disiplin biaya, dan efisiensi operasional, ANTM mampu menjaga fundamental bisnis tetap kuat serta memastikan pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pertambangan terdepan di Indonesia.

Pada semester I-2025, pertumbuhan profitabilitas ANTM juga tercermin pada capaian laba kotor sebesar Rp 8,24 triliun atau meningkat 311% yoy dari capaian laba kotor semester I-2024 yakni Rp 2 triliun. Sementara itu, laba usaha ANTM pada semester I-2025 juga mengalami pertumbuhan mencapai 1.053% yoy menjadi Rp 6,14 triliun, dibandingkan Rp 532,33 miliar yang diraih pada semester I-2024.

Capaian tersebut mendorong nilai laba bersih per saham dasar ANTM pada semester I-2025 meningkat 203% yoy menjadi Rp 195,43 per saham dasar, dari periode semester I-2024 yaitu Rp 64,52 per saham.

Ardianto menyatakan, ANTM berkomitmen untuk menjaga ketahanan keuangan perusahaan melalui pengelolaan bisnis yang prudent dan navigasi keuangan yang terarah.

“Dengan disiplin mengendalikan biaya, mengoptimalkan efisiensi, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar, perusahaan berhasil mempertahankan kestabilan operasional serta tingkat biaya tunai produksi yang kompetitif,” ungkap dia dalam keterbukaan informasi, Jumat (29/8).

Pada posisi keuangan, ANTM membukukan kenaikan aset pada semester I-2025 sebesar 23% atau mencapai Rp 48,38 triliun, dari capaian semester I-2024 sebesar Rp 39,18 triliun. Selain itu nilai ekuitas ANTM juga meningkat 14% yoy menjadi Rp 33,71 triliun pada semester I-2025, dibandingkan periode sebelumnya yakni Rp 29,69 triliun.

Implementasi strategi operasional yang tepat mendukung capaian posisi arus kas bersih ANTM dari aktivitas operasi sebesar Rp 2,29 triliun pada semester I-2025, atau meningkat 277% yoy dari periode semester I-2024.

Hasil itu memperkokoh struktur keuangan ANTM yang tercermin dari peningkatan saldo kas dan setara kas pada akhir semester I-2025 yakni sebesar Rp 10,51 triliun atau tumbuh 20% yoy dari posisi pada akhir semester I-2024 yakni Rp 8,75 triliun. Hal ini menunjukkan kesehatan likuiditas perusahaan yang solid, manajemen kas yang efektif, dan kapasitas untuk investasi.

Baca Juga: IHSG Anjlok Imbas Aksi Demo, Dana Asing Keluar Jumbo Hari Ini, Jumat (29/8)

Selanjutnya: KPK Sita Area Konsesi Tambang Senilai 1,6 Triliun Terkait Kasus LPEI

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/8), Waspada Hujan Lebat di Provinsi Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×