Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi berkelanjutan menjadi tema di banyak negara. Salah satu implementasinya melalui pasar karbon. Chief Operations Officer (COO) Indonesian Business Council (IBC), William Sabandar mengatakan, potensi pasar karbon di Indonesia sangat besar apabila ekosistemnya sudah terbangun dengan lebih mapan lagi.
"Jika ekonomi Indonesia ingin bertumbuh 8% dan negara yang diperhitungkan di dunia, salah satu opportunity lewat carbon market," kata William dalam penjelasannya, Kamis (8/8).
Baca Juga: Pertamina NRE Catat Penjualan Kredit Karbon 565 Ribu Ton CO2e hingga Juli 2024
Saat ini harga karbon di bursa karbon Eropa sudah pernah mencapai 100 euro per ton CO2. Angka ini masih sangat jauh dibandingkan harga karbon di bursa dalam negeri yakni US$ 2 per ton CO2.
Dia mengatakan ekosistem pasar karbon yang belum terbangun di Indonesia menjadi salah satu kendala. "Tahun lalu pasar karbon Bursa Efek Indonesia sudah diluncurkan, sudah ada perdagangan, walaupun masih jauh dari signifikan," katanya.
Apabila ekosistem perdagangan karbon sudah terbangun, William memprediksi, nilai perdagangannya bisa mencapai Rp160.000 triliun, dengan asumsi harga karbon sama dengan pasar Eropa. Hanya saja, perlu ekosistem yang mapan untuk mencapainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News