kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Hasil lelang SUN jadi obat kuat rupiah


Selasa, 19 Juni 2012 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi transaksi digital di Indonesia yang terus meningkat. Pemerintah memungut pajak digital PMSE dengan penerimaan hingga Rp 2 triliun. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.


Reporter: Marantina | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah masih cenderung flat. Di pasar spot, pasangan USD/IDR Selasa (19/6) menguat 0,4% ke Rp 9.408. Namun, kurs tengah Bank Indonesia, rupiah tetap di Rp 9.438.

Apressyanti Senthary, Analis BNI, mengatakan penguatan rupiah didominasi hasil lelang SUN yang kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai Rp 13 triliun. Sedangkan faktor eksternal masih membebani rupiah. Kondisi global yang masih belum menentu.

Taufan Tito, analis BRI, menyatakan penguatan rupiah imbas dari hasil pemilu Yunani. Dia berharap kondisi pasar dalam negeri yang saat ini positif bisa menarik investor asing kembali masuk ke Indonesia.

Para analis memperkirakan hari ini penguatan rupiah berlanjut. Hasil pertemuan The Fed menjadi sentimen positif bagi rupiah. Sedangkan dari dalam negeri, BI masih mengawal rupiah. “Term deposit valas diharapkan bisa memberi tambahan tenaga untuk rupiah," ujar Apressyanti.

Prediksi Apressyanti, kurs dollar AS akan bergerak di kisaran Rp 9.380 – Rp. 9.470. Sementara, Taufan memperkirakan nilai tukar dollar AS akan bergerak stabil di kisaran Rp 9.400 – Rp 9.480.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×