kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Harga Timah Naik, TINS Raup Laba Rp 1,31 Triliun di 2025, Begini Rekomendasinya


Kamis, 23 April 2026 / 18:09 WIB
Harga Timah Naik, TINS Raup Laba Rp 1,31 Triliun di 2025, Begini Rekomendasinya
ILUSTRASI. Perahu Penambang Ilegal di IUP PT Timah Tbk (TINS). (DOK/PT Timah)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) membukukan kinerja keuangan positif pada 2025, kenaikan ini berkat penguatan harga timah di pasar global. Walau begitu, emiten anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini perlu memperkuat kinerja operasionalnya pada 2026. 

TINS mencetak pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun pada 2025 atau meningkat 6,41% year on year (yoy) dari Rp 10,86 triliun yang dicapai tahun 2024. Beban pokok pendapatan TINS juga naik 8,41% yoy dari Rp 8,11 triliun pada 2024 menjadi Rp 8,79 triliun pada 2025. 

TINS turut membukukan laba bersih sebesar Rp 1,31 triliun pada 2025 atau mencapai 119% dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025. Hasil ini juga lebih tinggi 4,8% yoy dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 1,25 triliun. 

Baca Juga: Garudafood (GOOD) Raih Restu Bagi Dividen Tunai Rp 350,33 miliar

Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro  menyampaikan, sepanjang tahun 2025 harga logam timah global tercatat naik dibandingkan tahun sebelumnya yang didukung oleh meningkatnya permintaan untuk semikonduktor, panel fotovoltaik, dan teknologi transisi energi lainnya. 

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) tahun 2025 tercatat sebesar US$ 34.119,96 per ton atau naik 13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 30.177,45 per ton. Persediaan timah di gudang LME pada akhir Desember 2025 berada di posisi 5.420 ton, naik 14% dari awal tahun 2025 di posisi 4.760 ton. 

Dari sisi operasional, TINS mampu mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn pada tahun 2025, turun 4% yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19.437 ton Sn. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain masih masifnya penambangan ilegal terutama pada lokasi pesisir oleh Ponton Isap Produksi (PIP) maupun tambang darat dan adanya penolakan masyarakat pada lokasi penambangan baru. 

Seiring dengan menurunnya produksi bijih timah, produksi logam timah TINS juga mengalami penurunan sebesar 6% yoy menjadi 17.815 metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 18.915 metrik ton. Adapun penjualan logam timah TINS turun 5% yoy menjadi 16.634 metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 17.507 metrik ton. 

Untungnya, harga jual rata-rata logam timah TINS tercatat sebesar US$ 35.240 per metrik ton, naik 13% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 31.181 per metrik ton. 

Pada tahun 2025, TINS mencatatkan penjualan logam timah domestik sebesar 5% dan ekspor logam timah sebesar 95% dengan 6 besar negara tujuan ekspor meliputi Singapura 23%, Korea Selatan 21%, Jepang 17%; Belanda 7%, Italia 3%, dan China 3%. 

Baca Juga: Rupiah Anjlok, IHSG Diproyeksikan Lanjut Melemah pada Perdagangan Jumat (24/4)

Kontribusi penjualan ekspor TINS mencapai sekitar 24% dari total ekspor timah Indonesia sebesar 53.050 metrik ton, serta menyumbang sekitar 3% dari total ekspor timah global sebesar 371.369 metrik ton. 

Sepanjang tahun 2025, TINS secara konsisten menjalankan berbagai upaya untuk memperkuat kinerja operasional dan produksi. Untuk penambangan darat, TINS melakukan peningkatan jumlah titik operasi tambang serta memperkuat kegiatan eksplorasi operasional melalui pelaksanaan bor pandu guna memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan selaras dengan blok Rencana Kerja yang telah ditetapkan. 

Pada penambangan laut, TINS melakukan optimalisasi kinerja operasional dengan Kapal Isap Produksi (KIP) serta peningkatan efektivitas proses pengolahan melalui fasilitas SHP KIP dan PIP. 

Selain itu, TINS juga mengoperasikan satu unit kapal bor pandu di beberapa area produksi utama guna meningkatkan confidence level terhadap potensi sumber daya serta mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih akurat berbasis data. 

"Perusahaan fokus ke penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran, dan keuangan,“ ujar Restu dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Pada tahun 2026, TINS akan berfokus pada pemulihan kapasitas produksi secara agresif dan penguatan nilai tambah melalui hilirisasi. Sebagai bagian dari MIND ID, TINS berupaya memposisikan diri untuk memanfaatkan momentum harga timah global yang tinggi dan penertiban tambang ilegal di Indonesia yang cukup mempengaruhi aliran pasokan logam timah secara global. 

Secara terpisah, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, prospek kinerja TINS pada 2026 cukup positif. Tingginya harga timah global jelas akan menopang margin laba emiten tersebut.

Baca Juga: Terus Tertekan, Rupiah Diproyeksikan Sentuh Rp 18.000 di Akhir Semester I-2026

“Tapi, pertumbuhan volume produksi dan penjualan timah diperlukan untuk memaksimalkan potensi pendapatan dan mengimbangi beban operasional,” kata dia, Kamis (23/4/2026).

Tantangan utama bagi TINS adalah ancaman penambangan ilegal yang sewaktu-waktu bisa terjadi jika pengawasan dari pemerintah dan penegak hukum lemah. Hal ini bisa menggerus pasokan bijih timah ke smelter TINS.

Maka dari itu, TINS perlu fokus pada optimalisasi penambangan timah di area offshore atau lautan yang minim penambang ilegal. Emiten ini juga perlu mempercepat akuisisi cadangan baru dan pengetatan pengamanan konsesi tambang melalui kolaborasi dengan penegak hukum.

Wafi pun merekomendasikan beli saham TINS dengan target harga di level Rp 4.400 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×