kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.393   -148,76   -1,97%
  • KOMPAS100 1.007   -24,35   -2,36%
  • LQ45 718   -18,13   -2,46%
  • ISSI 268   -5,16   -1,89%
  • IDX30 394   -7,50   -1,87%
  • IDXHIDIV20 484   -8,04   -1,63%
  • IDX80 113   -2,76   -2,40%
  • IDXV30 140   -1,22   -0,86%
  • IDXQ30 126   -2,39   -1,86%

Kabar Gembira! Astra (ASII) Tebar Dividen Rp 292 per Saham, Ini Tanggalnya


Kamis, 23 April 2026 / 14:30 WIB
Kabar Gembira! Astra (ASII) Tebar Dividen Rp 292 per Saham, Ini Tanggalnya
ILUSTRASI. Menara Astra (Dok/ASII )


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada kabar baik para pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII). Emiten otomotif terbesar di Indonesia itu akan membagikan dividen final sebesar Rp 292 per saham.

Keputusan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ASII yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Jakarta.

Total pembagian dividen Astra untuk tahun buku 2025 ialah sebesar Rp 15.668.846.832.200  atau senilai Rp 390 per saham. Nilai tersebut terdiri dari dividen final Rp 292 per saham dan dividen interim Rp 98 per saham.

Baca Juga: Prodia (PRDA) Tebar Dividen Rp 144 Miliar, Payout Ratio Melesat Jadi 70%

Adapun pembagian dividen final itu akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal 6 Mei pukul 16.00 WIB.

Sebagai informasi, ASII melaporkan kinerja yang lesu sepanjang tahun 2025, baik dari segi laba bersih maupun pendapatan.

Melansir keterbukaan informasi Jumat (27/2/2026), ASII meraup laba bersih sebesar Rp 32,76 triliun di tahun 2025, menurun 3,33% dari periode tahun 2024 senilai Rp 33,9 triliun.

Dengan begitu, jumlah laba per saham ASII tercatat turun menjadi Rp 810 dari sebelumnya Rp 837 per saham.

Dari segi top line, Astra membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 323,39 triliun pada 2025. Angka ini turun tipis 1,54% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp 328,48 triliun.

Secara rinci, segmen otomotif dan mobilitas tercatat mencapai Rp 125,65 triliun, jasa keuangan Rp 33,44 triliun, alat berat pertambangan, konstruksi dan energi Rp 131,3 triliun, agribisnis Rp 28,65 triliun, infrastruktur Rp 3,16 triliun, teknologi informasi Rp 2,99 triliun, properti Rp 1,13 triliun.

Total pendapatan dari tujuh segmen tersebut dikurangi jumlah eliminasi Rp 2,95 triliun menghasilkan pendapatan konsolidasian senilai Rp 323,39 triliun.

Baca Juga: OJK Kembangkan Aturan Penawaran Aset Digital di Pasar Primer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×