kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45714,31   4,95   0.70%
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%

Harga SUN jeblok, investor perlu memperhatikan hal berikut


Senin, 23 Maret 2020 / 18:14 WIB
Harga SUN jeblok, investor perlu memperhatikan hal berikut
ILUSTRASI. Harga SUN seri acuan 10 tahun yakni FR0082 sekarang berada di level 91,30, turun 8,27% secara ytd.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah penyebaran virus corona yang membuat pasar diliputi kekhawatiran, harga Surat Utang Negara (SUN) turut kena kena imbas. Merujuk data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), empat SUN seri acuan serempak mengalami penurunan secara year to date.

Harga SUN acuan bertenor lima tahun yakni FR0081 saat ini berada di level 96,11, turun 4,41% dari posisi akhir 2019 yang masih sebesar 100,54. Sementara harga SUN seri acuan 10 tahun yakni FR0082 sekarang berada di level 91,30, turun 8,27% secara ytd. Pada akhir 2019, seri FR0082 berada di level 99,53.

Dengan penyebaran virus corona yang masih belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, harga SUN diperkirakan masih akan cenderung mengalami penurunan. Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menyebut saat ini persepsi akan risiko berinvestasi di Indonesia atau level credit default swap (CDS) menjadi kunci di pasar surat utang dalam negeri saat ini.

Baca Juga: Penurunan harga SUN seri acuan masih bisa berlanjut

Fikri menjelaskan, CDS yang berkaitan dengan persepsi maka terdapat beberapa faktor fundamental yang merupakan pengubah persepsi. Setidaknya terdapat lima faktor yang disebutkan Fikri.

Pertama adalah persepsi terhadap penanganan virus corona oleh pemerintah. Kedua adalah persepsi stabilitas rupiah, khususnya intervensi BI dalam menjaga stabilitas dan pergerakan yang selaras antara pasar spot & DNDF rupiah,” ujar Fikri.

Ketiga, persepsi dalam menjaga stabilitas di pasar keuangan baik saham dan surat utang, khususnya ketersediaan likuiditas saat terjadi sell off investor asing. Keempat, persepsi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar riil.

Kelima, persepsi terhadap kepastian hukum dan kebijakan di dalam negeri, khususnya di sektor investasi dan lapangan pekerjaan. Kelima faktor persepsi inilah yang disebut Fikri harus dijaga agar CDS juga terjaga.

Baca Juga: IHSG tembus bawah 4.000, pelemahan bisa terjadi lagi pada Selasa (24/3)

Dengan kondisi harga SUN seri acuan yang tengah turun, Fixed Income Portfolio Manager Sucorinvest Asset Management Adi Saputra menuturkan ini bisa menjadi momen yang tepat untuk masuk ke pasar SUN.

Terlebih lagi Bank Indonesia baru saja memangkas suku bunga acuan dan kemungkinan diprediksi masih akan terjadi lagi. Adi menyebut yield SUN selalu bergerak mengikuti suku bunga. Pasalnya ketika suku bunga turun, secara teori harga obligasi yang sekarang akan naik.

“Dari kacamata investor, dengan adanya penurunan suku bunga maka ke depannya ada potensi yg bagus di pasar obligasi termasuk SUN. Ada potensi capital gain kalau kita ambil posisi sekarang dengan acuan imbal hasil surat utang negara tenor 10 tahun di sekitar 8%,” ujar Adi.

Baca Juga: Rupiah loyo dan ditutup ke level Rp 16.575 per dolar AS pada perdagangan hari ini

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×