kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.854   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.285   -17,10   -0,27%
  • KOMPAS100 821   -2,45   -0,30%
  • LQ45 626   -1,33   -0,21%
  • ISSI 217   -0,12   -0,06%
  • IDX30 350   -0,76   -0,22%
  • IDXHIDIV20 426   -1,16   -0,27%
  • IDX80 94   -0,28   -0,30%
  • IDXV30 117   -0,15   -0,13%
  • IDXQ30 111   -0,20   -0,18%

Harga saham turun, ini komentar bos Jasa Marga (JSMR)


Jumat, 30 November 2018 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Proyek infrastruktur di Jalan Tol Jakarta-Cikampek


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan pantauan di RTI pada Jumat (30/11) pukul 14.43 WIB, harga saham JSMR berada di Rp 4.160 per saham, turun 34,11% secara year to date (ytd). Sepanjang tahun 2018, saham emiten BUMN naik turun hingga menyentuh level terendah di angka Rp 3.820. Padahal, pada pembukaan perdagangan awal tahun ini, harga saham masih berada di angka Rp 6.115.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyebut, turunnya harga saham perseroan merupakan imbas dari ketidakstabilan kondisi makro ekonomi. Ketidakstabilan tersebut menyebabkan pasar modal menjadi tidak kondusif. “Itu dari makronya. Kalau harga saham itu ada dua, fundamental sama marketnya, fundamental kami kan baik–baik saja, artinya kami terbawa kondisi pasar,” kata Desi usai meninjau proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) di Bekasi, Kamis (29/11).

Desi melihat, ketidakstabilan kondisi makro ekonomi ini melalui keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate (7DRR) sebanyak total 175 basis poin (bps) sepanjang tahun 2018. Pada 15 November lalu BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6%.

Keputusan tersebut diambil sebagai respon atas rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya di akhir tahun 2018.

Desi optimistis kondisi pergerakan saham emiten BUMN sektor infrastruktur bisa kembali membaik. “Kalau nanti sudah normal baru akan naik lagi, fundamental sudah bagus, saya dengar di tahun 2019 ketidakstabilan makro ekonomi ini akan selesai, cuma tidak tahu di bulan apa,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×