kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Harga Saham Turun 40%, Emiten Ini Akan Sebar Dividen Jutaan Dollar AS


Jumat, 22 Mei 2026 / 05:15 WIB
Harga Saham Turun 40%, Emiten Ini Akan Sebar Dividen Jutaan Dollar AS
ILUSTRASI. Harga Saham Turun 40%, Emiten Ini Akan Sebar Dividen Jutaan Dollar AS


Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dalam tren melorot bersamaan dengan kondisi pasar minyak dunia yang bergejolak. Di tengah penurunan harga besar-besaran, saham INDY akan membagikan dividen lebih dari Rp 52 miliar.

Pembagian dividen saham INDY ini adalah salah satu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$ 3.013.598 atau setara 50% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Dengan kurs rupiah yang mencapai di atas Rp 17.500 per dollar AS, maka nilai dividen tunai tersebut lebih dari Rp 52 miliar. 

Pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026), saham INDY terkoreksi 40 poin ke level Rp 2.240 per saham. Selama 30 hari terakhir, harga saham INDY turun 1.500 poin atau 40,11%

Baca Juga: PT PP (PTPP) Siapkan Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Suku Bunga

Manajemen INDY menyampaikan, besaran dividen per saham akan menyesuaikan jumlah saham yang tercatat dan beredar pada tanggal pencatatan (recording date) 4 Juni 2026, dengan memperhatikan saham treasury hasil buyback yang telah dialihkan sebelum recording date.

“Perhitungan dividen per saham dalam mata uang rupiah akan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 20 Mei 2026, dan tanggal pendistribusian dividen final tunai dijadwalkan pada 19 Juni 2026,” tulis manajemen INDY dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Selain menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, RUPST juga memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

INDY juga menegaskan komitmennya memperkuat diversifikasi bisnis di luar sektor batubara, termasuk percepatan pengembangan proyek tambang emas Awak Mas dan peningkatan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand mengatakan, seluruh belanja modal perusahaan pada periode ini difokuskan untuk pengembangan proyek emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau.

“Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan yang selaras dengan arah transisi energi global menuju target net zero emission.

Tonton: Danantara Picu Kepanikan, Ketidakpastian Melanda Sektor Minerba

Kinerja Keuangan INDY Kuartal I-2026

Pada kuartal I-2026, Indika Energy membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 7 juta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,9 juta.

Pendapatan perseroan tercatat naik tipis menjadi US$ 493,2 juta, didorong kontribusi bisnis logistik, perdagangan energi, dan sumber daya non-batubara.

Sejumlah anak usaha non-batubara juga mencatatkan pertumbuhan positif. Tripatra membukukan kenaikan pendapatan 11,2% menjadi US$ 68,7 juta, sementara Interport Mandiri Utama melonjak 53,4% menjadi US$ 43,1 juta, terutama dari bisnis perdagangan bahan bakar.

Di sisi lain, pendapatan Kideco mengalami penurunan akibat melemahnya volume penjualan dan harga jual rata-rata batubara.

Perseroan juga berhasil meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya. Laba kotor naik 16,2% menjadi US$ 74 juta dengan margin laba kotor meningkat menjadi 15%. Beban keuangan juga turun 8,6% dibandingkan tahun sebelumnya seiring penurunan biaya utang.

Belanja Modal Fokus Non-Batubara

Sepanjang kuartal I-2026, seluruh belanja modal sebesar US$ 26,2 juta dialokasikan untuk sektor non-batubara.

Dari total tersebut, sekitar US$ 20,4 juta digunakan untuk pengembangan proyek tambang emas Awak Mas, sedangkan sisanya dialokasikan untuk berbagai inisiatif bisnis hijau.

Hingga akhir Maret 2026, progres konstruksi proyek Awak Mas telah mencapai 56,8% dengan total realisasi investasi sebesar US$ 288,1 juta.

Tonton: Mandatori B50 Dimulai 1 Juli 2026, Riset Ini Ungkap Potensi Kerugian Rp 409 T

Susunan Direksi dan Komisaris INDY

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi INDY hasil persetujuan RUPST 2026:

Dewan Komisaris:
- Agus Lasmono sebagai Komisaris Utama
- Wishnu Wardhana sebagai Wakil Komisaris Utama
- Nurcahya Basuki sebagai Komisaris
- M. Arsjad Rasjid P.M. sebagai Komisaris
- Farid Harianto sebagai Komisaris Independen
- Feri Wibisono sebagai Komisaris Independen

Direksi:
- Azis Armand sebagai Direktur Utama
- Deddy Hariyanto sebagai Direktur
- Retina Rosabai sebagai Direktur
- Johanes Ispurnawan sebagai Direktur
- Kamen Kamenov Palatov sebagai Direktur



 

IHSG Belum Bangkit, Sentimen Bearish Masih Dominan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×