Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham BMRI dari PT Bank Mandiri Tbk dalam tren naik sepanjang sebulan terakhir. Di tengah tren positif harga saham BMRI, apa yang harus dilakukan investor?
Apakah saat harga saham BMRI naik, investor perlu menjualnya? Atau investor masih perlu membeli lagi saham BMRI?
Pada penutupan perdagangan Senin 11 Oktober 2021, harga saham BMRI bertahan di level 6.900. Dalam sebulan terakhir, harga saham BMRI naik 750 poin atau 12,20%.
Tren kenaikan harga saham BMRI tak lepas dari sejumlah sentimen positif. Terkendalinya kasus harian Covid-19 diiringi dengan vaksinasi yang semakin masif membuat sektor perbankan memiliki prospek cerah. Terlebih, permintaan kredit telah terlihat meski masih kecil.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan sampai Agustus 2021, kredit perbankan tumbuh sebesar 1,16% year on year (yoy). Artinya, kelompok Bank umum seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Central Asia, Bank Negara Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank Permata, Bank Danamon, dan Panin Bank bisa diuntungkan.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan progres vaksinasi dan penanganan pandemi saat ini telah membuka harapan bagi industri perbankan untuk memperbaiki kinerja.
Ia melihat perbaikan kinerja lebih terdampak signifikan pada BBRI, BBCA dan BMRI. “Hal ini seiringan dengan pertumbuhan aset sepanjang tahun berjalan dan juga perbaikan kinerja kredit,” ujar Okie kepada Kontan.co.id pada Senin (11/10).
Baca Juga: IHSG melemah 0,34% ke 6.459 di perdagangan Senin (11/10), asing beli BBRI, BMRI, TLKM
Untuk target sejauh ini, ia belum banyak melakukan perubahan. Ia memasang target Rp 7.500 per saham untuk BMRI.
Bank Mandiri optimistis mengejar pertumbuhan kredit 6% hingga 7% di sepanjang 2021. Guna mencapai target itu, BMRI fokus pada penajaman bisnis, seperti mengintegrasikan bisnis wholesale dan retail untuk memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah korporasi.
Juga mengakselerasi transformasi digital dengan pengembangan solusi digital, perbaikan proses, modernisasi channel, serta peningkatan kapabilitas core banking. Oleh sebab itu, Bank Mandiri menghadirkan layanan digital ‘single access platform’ yang bertajuk Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri.
“Layanan ini membuat nasabah lebih praktis dan holistik dalam menjalankan aktivitas finansial dan pemantauan transaksi keuangan di Bank Mandiri, efisien dan mudah mengakses informasi produk di Bank Mandiri, serta memberikan kemudahan kontrol, alokasi dan monitoring funding, serta lending di level entitas maupun grup usaha,” tutur Panji Irawan, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri
Selanjutnya: Harga saham ANTM INCO TINS MDKA melesat pekan 1 Oktober, apa yang prospek dibeli?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













