kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.788   31,00   0,17%
  • IDX 6.261   54,35   0,88%
  • KOMPAS100 830   9,10   1,11%
  • LQ45 634   2,87   0,45%
  • ISSI 220   2,50   1,15%
  • IDX30 360   0,02   0,01%
  • IDXHIDIV20 445   -1,31   -0,29%
  • IDX80 96   0,85   0,89%
  • IDXV30 123   -0,40   -0,32%
  • IDXQ30 116   -0,38   -0,33%

Harga Perak Melonjak 4%, Apa Sentimen Penggerak Utamanya?


Selasa, 26 Mei 2026 / 08:41 WIB
Harga Perak Melonjak 4%, Apa Sentimen Penggerak Utamanya?
ILUSTRASI. Perak (REUTERS/Edgar Su)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak diperdagangkan di atas US$ 77 per ons troi pada hari Selasa (26/5), setelah naik hampir 4% pada hari sebelumnya. Harga perak didukung oleh indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (26/5), negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan berpusat pada perpanjangan gencatan senjata selama kurang lebih dua bulan. Pada momen itu AS akan mencabut blokade, sementara Iran akan mengizinkan pengiriman melalui Hormuz untuk dilanjutkan. 

Baca Juga: Harga Emas dan Perak Diproyeksi Tertahan pada Mei 2026, Begini Kata Analis

Namun, hambatan besar tetap ada, terutama terkait program nuklir Iran dan desakannya untuk mempertahankan kendali atas lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut. 

Sementara itu, harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut. 

Terlepas dari pemulihan baru-baru ini, harga perak masih turun sekitar 17% sejak konflik dimulai, karena kekhawatiran akan guncangan inflasi yang didorong oleh energi, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×