kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Harga minyak WTI mengakumulasi kenaikan 5,44% dalam enam hari berturut-turut


Kamis, 23 Agustus 2018 / 07:32 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak masih melanjutkan penguatan dalam enam hari berturut-turut hingga pagi ini. Kamis (23/8) pukul 7.11 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2018 di New York Mercantile Exchange menguat ke US$ 67,97 per barel.

Harga ini menguat tipis 0,16% ketimbang penutupan perdagangan kemarin. Dalam enam hari perdagangan berturut-turut, harga minyak WTI mengakumulasi kenaikan 5,44%.

Harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2018 di ICE Futures justru terkoreksi tipis pada pagi ini ke US$ 74,74 per barel ketimbang penutupan kemarin pada US$ 74,78 per barel. Meski hari ini turun tipis, harga minyak acuan ini juga mengakumulasi kenaikan 5,68% dalam lima hari berturut-turut hingga kemarin.

Data Energy Information Administration yang dirilis semalam menyebut, persediaan minyak mentah AS turun 5,8 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh lebih tinggi daripada prediksi polling Reuters yang meramal penurunan 1,5 juta barel.

Perusahaan pengolahan minyak masih mencatatkan kapasitas produksi 98,1% dari total kapasitas. Ini adalah level tertinggi sejak tahun 1999. "Penarikan minyak dari pengolahan ini mengontribusi penurunan persediaan," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates seperti dikutip Reuters.

Pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) turut mendorong harga minyak melaju lebih kencang. Faktor pendorong harga lainnya adalah sanksi AS atas Iran. Perusahaan-perusahaan minyak Eropa mulai memangkas pembelian minyak dari negara produsen minyak terbesar ketiga OPEC ini. 

Iran memperingatkan akan menyerang AS dan Israel jika ada serangan lain dari AS. Kemarin, penasihat keamanan Donald Trump mengatakan bahwa AS akan menerapkan tekanan maksimal di luar sanksi ekonomi kepada Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×