kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga minyak WTi ambruk 15,16% sepanjang Januari lalu


Rabu, 05 Februari 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak sempat menguat di awal Januari setelah kesepakatan dagang antara AS dan China ditandatangani


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Anna Suci Perwitasari

Walaupun negara-negara yang tergabung dalam OPEC+ mengambil kebijakan untuk memangkas produksi minyak hingga 1,7 juta barel per hari guna mengurangi pasokan minyak global, namun jumlah produksi minyak yang tinggi dari Negeri Paman Sam membuat kebijakan tersebut seakan sia-sia. AS dapat mengisi jumlah produksi minyak yang dipangkas oleh OPEC+.

Baik Ibrahim dan Nanang memprediksi harga minyak masih berpotensi turun lebih jauh hingga akhir tahun. Keduanya sepakat jika kondisi global masih mengkhawatirkan bukan tidak mungkin harga minyak akan turun lebih rendah lagi.

Ibrahim memperkirakan harga minyak akan bergerak pada rentang US$ 44 hingga US$ 58 per barel sampai akhir tahun. Sedangkan, Nanang memprediksi harga minyak dapat menyentuh US$ 46 hingga US$ 65 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×