kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Harga minyak WTi ambruk 15,16% sepanjang Januari lalu


Rabu, 05 Februari 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak sempat menguat di awal Januari setelah kesepakatan dagang antara AS dan China ditandatangani


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Anna Suci Perwitasari

Walaupun negara-negara yang tergabung dalam OPEC+ mengambil kebijakan untuk memangkas produksi minyak hingga 1,7 juta barel per hari guna mengurangi pasokan minyak global, namun jumlah produksi minyak yang tinggi dari Negeri Paman Sam membuat kebijakan tersebut seakan sia-sia. AS dapat mengisi jumlah produksi minyak yang dipangkas oleh OPEC+.

Baik Ibrahim dan Nanang memprediksi harga minyak masih berpotensi turun lebih jauh hingga akhir tahun. Keduanya sepakat jika kondisi global masih mengkhawatirkan bukan tidak mungkin harga minyak akan turun lebih rendah lagi.

Ibrahim memperkirakan harga minyak akan bergerak pada rentang US$ 44 hingga US$ 58 per barel sampai akhir tahun. Sedangkan, Nanang memprediksi harga minyak dapat menyentuh US$ 46 hingga US$ 65 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×