kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.732   64,00   0,36%
  • IDX 6.095   0,16   0,00%
  • KOMPAS100 802   -2,72   -0,34%
  • LQ45 613   -2,93   -0,48%
  • ISSI 214   0,08   0,04%
  • IDX30 351   -1,12   -0,32%
  • IDXHIDIV20 435   -4,11   -0,94%
  • IDX80 92   -0,29   -0,31%
  • IDXV30 120   -0,58   -0,48%
  • IDXQ30 114   -1,34   -1,17%

Harga minyak WTi ambruk 15,16% sepanjang Januari lalu


Rabu, 05 Februari 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak sempat menguat di awal Januari setelah kesepakatan dagang antara AS dan China ditandatangani


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Anna Suci Perwitasari

Walaupun negara-negara yang tergabung dalam OPEC+ mengambil kebijakan untuk memangkas produksi minyak hingga 1,7 juta barel per hari guna mengurangi pasokan minyak global, namun jumlah produksi minyak yang tinggi dari Negeri Paman Sam membuat kebijakan tersebut seakan sia-sia. AS dapat mengisi jumlah produksi minyak yang dipangkas oleh OPEC+.

Baik Ibrahim dan Nanang memprediksi harga minyak masih berpotensi turun lebih jauh hingga akhir tahun. Keduanya sepakat jika kondisi global masih mengkhawatirkan bukan tidak mungkin harga minyak akan turun lebih rendah lagi.

Ibrahim memperkirakan harga minyak akan bergerak pada rentang US$ 44 hingga US$ 58 per barel sampai akhir tahun. Sedangkan, Nanang memprediksi harga minyak dapat menyentuh US$ 46 hingga US$ 65 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×