kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak turun tipis, pasar menunggu kabar OPEC


Rabu, 27 November 2019 / 07:24 WIB
Harga minyak turun tipis, pasar menunggu kabar OPEC
ILUSTRASI. Rabu (27/11) pukul 7.07 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Januari 2020 turun 0,24% le US$ 58,27 per barel.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan sempit harga minyak masih berlanjut di pertengahan pekan ini. Rabu (27/11) pukul 7.07 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 58,27 per barel, turun 0,24% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

Meski turun dalam sehari, harga minyak jenis light sweet ini masih naik 0,45% ketimbang posisi awal pekan. Pergerakan tipis-tipis harga minyak ini terjadi dalam satu bulan terakhir.

Baca Juga: Jasa Armada Indonesia (IPCM) menebar dividen interim Rp 15,85 miliar, simak jadwalnya

Joint Technical Committee OPEC akan bertemu di Wina, Austria pada 3 Desember, dua hari menjelang pertemuan OPEC pada 5 Desember yang diikuti dengan pembicaraan dengan sejumlah produsen minyak lain, termasuk Rusia.  

American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan turun 516.000 barel pada pekan lalu. API juga melaporkan bahwa pasokan minyak mentah AS naik 3,64 juta barel pekan lalu. Sementara persediaan bensin naik 4,38 juta barel.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Melanjutkan Pelemahan

Phil Flynn, senior market analyst Price Futures Group mengatakan, pada umumnya, kondisi ekonomi berjalan baik. "Ada sedikit pergerakan pada kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China,, tapi pasar mencerminkan kekuatan di pasar saham dan optimisme secara umum," kata Flynn kepada Bloomberg.

Kesepakatan dagang antara AS-China yang hingga kini belum ada kabarnya masih ditunggu pasar. "Optimisme bahwa perang dagang setidaknya mereda menjadi penahan harga minyak tidak turun lebih rendah lagi," kata Carsten Fritsch, analis Commerzbank kepada Bloomberg.

 




TERBARU

Close [X]
×