kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak tertahan kenaikan stok sepekan lalu


Kamis, 17 Oktober 2019 / 07:38 WIB
Harga minyak tertahan kenaikan stok sepekan lalu
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Lease Operator Jeremy Jay walks through an oil production facility owned by Parsley Energy in the Permian Basin near Midland, Texas U.S. August 23, 2018. REUTERS/Nick Oxford/File Photo

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali turun di awal perdagangan Kamis (17/10). Pagi ini pukul 7.10 WIB, harga minyak west texas intemediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 di New York Mercantile Exchange turun 1,07% ke US$ 52,79 per barel.

Sedangkan harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2019 di ICE Futures pagi ini turun 0,87% ke US$ 58,90 per barel. Harga minyak ini kembali turun setelah kemarin menguat dengan persentase hampir serupa.

Baca Juga: Mantan Dirut Pertamina Ari Soemarno sebut subsidi energi sebagai setan ganas

Penurunan harga minyak hari ini terjadi setelah adanya informasi laporan American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan adanya kenaikan persediaan minyak Amerika Serikat (AS) sebesar 10,5 juta barel pada pekan lalu. Jika angka ini benar, maka persediaan minyak akan mencatat kenaikan terbesar sejak Februari 2017.

API mengungkapkan bahwa stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma yang merupakan pusat pengiriman minyak, naik 1,6 juta barel. Energi Information Administration akan merilis data resmi pemerintah AS nanti malam. Analis mmemperkirakan, persediaan minyak AS naik 2,8 juta barel pada pekan lalu.

"Pasar terkena aksi jual karena kenaikan persediaan besar-besara," kata Phil Flynn, senior energy analyst Price Futures Group kepada Reuters. 

Baca Juga: Harga minyak merambat naik setelah turun lebih dari 3% sejak awal pekan

OPEC+ akan bertemu pada 5-6 Desember 2019 di Wina, Austria untuk meninjau kembali kebijakan produksi. Para partisipan pasar yakin OPEC+ bisa memperpanjang pemangkasan produksi. "OPEC bisa menunggu hingga permintaan minyak global mengikuti pasokan," kata Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates kepada Reuters.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan, masih terbuka opsi pemangkasan lebih besar. Dia mengatakan bahwa OPEC dan sekutu akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar minyak hingga setelah tahun 2020.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×