kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.704   28,00   0,16%
  • IDX 6.110   -208,41   -3,30%
  • KOMPAS100 806   -26,11   -3,14%
  • LQ45 618   -13,14   -2,08%
  • ISSI 216   -9,70   -4,30%
  • IDX30 353   -7,12   -1,98%
  • IDXHIDIV20 441   -8,08   -1,80%
  • IDX80 93   -2,74   -2,86%
  • IDXV30 122   -2,48   -2,00%
  • IDXQ30 116   -2,00   -1,70%

Harga minyak terkoreksi tipis pada awal perdagangan Rabu (17/2)


Rabu, 17 Februari 2021 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak. REUTERS/Christian Hartmann/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi tipis pada awal perdagangan Rabu (17/2), setelah menyentuh level tertinggi kemarin. Pukul 07.07 WIB, harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2021 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 59,99 per barel, turun 0,09% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 60,05 per barel.

Harga minyak terkoreksi tipis setelah naik di atas US$ 60 per barel karena krisis energi yang cukup dalam di Amerika Serikat mengambil sekitar sepertiga dari produksi minyak mentah negara itu.

Mengutip Bloomberg, suhu dingin menyebabkan pemadaman listrik di seluruh Amerika Tengah, membatasi produksi 3,5 juta barel per hari atau lebih, menurut para trader dan eksekutif produksi.

Baca Juga: Harga minyak WTI tembus rekor baru ke US$ 60,2 per barel jelang tengah hari ini

Konsultan Energy Aspects Ltd memperkirakan, kapasitas penyulingan yang menganggur lebih dari 3 juta barel per hari.

Krisis minyak di AS ini meningkatkan harga minyak global dan memicu perburuan bahan bakar. 

Meski tak jelas berapa lama cuaca dingin di AS akan berlangsung, namun dampaknya terhadap kenaikan harga minyak global diperkirakan hanya dalam jangka pendek. 

Selanjutnya: Cuaca dingin ekstrem, sejumlah perusahaan energi tutup sumur dan kilang minyak di AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×