Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan pagi hari ini. Rabu (21/1/2026) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,57% ke 52.690,3. Disusul, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,34% ke 26.397,04.
Sementara itu, indeks Taiex terlihat melemah 0,89% menjadi 31.476,2 dan indeks Kospi menguat 0,21% ke 4.896,14. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,33% ke 8.787.
Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,67% ke 4.795,68 dan FTSE Malay KLCI turun 0,25% ke 1.694,88.
Pasar Asia mayoritas melemah, terseret koreksi Wall Street di sesi sebelumnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan retorika terkait Greenland, mengancam tarif baru pada negara-negara yang menolak pengalihan wilayah Denmark tersebut ke Amerika Serikat.
Trump mengatakan pada hari Sabtu (17/1/2026) bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika pembicaraan gagal menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham MINA, BRMS, ARCI, KIJA, SMDR dan EMTK untuk Hari Ini (21/1)
Ia juga mengancam akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye asal Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan "Dewan Perdamaian" yang diusulkannya.
Selain itu, Trump mengkritik Inggris, menyebut rencana Inggris untuk mentransfer kedaulatan Kepulauan Chagos, yang merupakan rumah bagi pangkalan militer gabungan Inggris-AS, ke Mauritius sebagai "tindakan yang sangat bodoh," dengan menyebut langkah tersebut sebagai pembenaran lebih lanjut untuk mengakuisisi Greenland atas dasar keamanan nasional.
Para pemimpin Eropa menyebut ancaman tarif terbaru Presiden Donald Trump "tidak dapat diterima" dan dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan balasan. Prancis dikatakan mendesak Uni Eropa untuk mengerahkan alat respons ekonomi terkuatnya, yang disebut Instrumen Anti-Koersi.
Kontrak berjangka saham AS naik sedikit pada awal jam perdagangan Asia setelah rata-rata utama mengalami penurunan terburuk dalam tiga bulan.
Di sesi sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 870,74 poin atau 1,76% ke 48.488,59. Indeks S&P 500 anjlok 2,06% ke 6.796,86 dan indeks Nasdaq Composite merosot 2,39%, ditutup di 22.954,32.
Ini adalah sesi terburuk sejak Oktober untuk ketiga indeks utama. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak dan dolar AS melemah karena ancaman Trump menyebabkan pelarian dari aset AS.
Selanjutnya: Fundamental Sektor Tambang Mineral Diklaim Oke, Saham MDKA bisa Terbang ke 3.800?
Menarik Dibaca: Ponsel Samsung Anda Punya Perekam Layar Canggih, Manfaatkan Segera
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bursa Asia
- Indeks Kospi
- perang dagang
- Indeks Nikkei 225
- Indeks Hang Seng
- Indeks Taiex
- Analisis Pasar
- Imbal Hasil Obligasi AS
- Pasar Saham Global
- Dolar AS Melemah
- FTSE Straits Times
- Investasi 2026
- Ancaman Tarif Trump
- Wall Street anjlok
- Pasar Asia melemah
- Bursa Asia hari ini
- Indeks ASX 200
- FTSE Malay KLCI













