kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Harga minyak tergelincir permintaan yang menurun


Jumat, 26 Juni 2015 / 07:57 WIB
Harga minyak tergelincir permintaan yang menurun


Sumber: CNBC | Editor: Uji Agung Santosa

NEW YORK. Harga minyak tergelincir untuk hari kedua. Penurunan harga minyak mentah terjadi dipicu oleh lemahnya permintaan kilang minyak di Amerika Serikat. Selain permintaan yang lemah, dampak negatif krisis utang di Yunani juga dikhawatirkan membuat permintaan energi di Eropa menurun.

Minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus ditutup turun 57 sen atau 0,95% menjadi US$ 59,7 per barel pada perdagangan Kamis lalu. Pada hari sebelumnya hanga minyak ditutup turun lebih dri 1%.

Sementara minyak Brent untuk pengiriman Agustus juga turun 30 sen menjadi US$ 63 per barel. Pada hari sebelumnya, minyak diperdagangkan melemah 96 sen atau 1,5%.

Setelah AS meningkatkan produksi kilang dalam dua minggu terakhir, muncul kekhawatiran adanya stok yang berlimpah produk bensin dan diesel negara tersebut. Dikhawatirkan juga adanya jutaan barel minyak mentah asal Nigeria di laut Basin Atlantik yang belum menemukan pembeli.

Volume perdagangan minyak mentah juga cenderung menurun, di bawah 180.000 barel untuk minyak Brent, sedangkan minyak AS (WTI) di bawah 165.000 barel. "Pasar sedang mencari cara untuk memecah level perdagangan yang rendah ke posisi yang baru," kata Tariq Zahir, Analis Tyche Capital Advisors.

Minyak Brent terperangkap di kisaran US$ 62 sampai US$ 65 per barel selama lebih dari dua minggu terakhir. Sementara minyak WTI tetap diperdagangan di kisaran US$ 59 sampai US$ 61 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×