kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Harga Minyak Rebound pada Rabu (10/12/2025) Pagi Setelah Turun Tajam Kemarin


Rabu, 10 Desember 2025 / 07:35 WIB
Diperbarui Rabu, 10 Desember 2025 / 07:36 WIB
Harga Minyak Rebound pada Rabu (10/12/2025) Pagi Setelah Turun Tajam Kemarin
ILUSTRASI. Harga minyak berusaha rebound setelah mencatat penurunan kemarin karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak berusaha rebound pada perdagangan Rabu (10/12/2025) pagi. Pukul 07.28 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 58,40 per barel, naik 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 58,25 per barel.

Harga minyak berusaha rebound setelah mencatat penurunan kemarin karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan terus membebani sentimen.

Mengutip Blomberg, AS mengatakan produksi minyak mentah domestik akan mencapai rekor tertinggi 13,6 juta barel per hari pada tahun ini, yang akan menambah kelebihan pasokan di pasar global.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Rabu (10/12), Cek Rekomendasi Saham Berikut

"Baik itu kelebihan pasokan atau kelebihan pasokan yang sangat besar, sulit untuk menghindarinya," ujar Saad Rahim, kepala ekonom perusahaan perdagangan komoditas global Trafigura Group seperti dikutip Bloomberg.

American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah AS menyusut 4,8 juta barel pekan lalu. Namun, kenaikan besar terjadi pada persediaan bahan bakar, baik bensin maupun solar.

Harga minyak mentah terjebak dalam kisaran ketat sejak awal November, karena kekhawatiran pasokan berbenturan dengan risiko geopolitik seputar aliran minyak Rusia ke negara-negara termasuk India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×