kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.861   3,00   0,02%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Harga Minyak Rebound Selasa (23/6) Pagi, Menyusul Kemajuan Pembicaraan Damai AS-Iran


Selasa, 23 Juni 2026 / 07:30 WIB
Harga Minyak Rebound Selasa (23/6) Pagi, Menyusul Kemajuan Pembicaraan Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Harga minyak berusaha rebound pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi, setelah turun dua hari berturut-turut. (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak berusaha rebound pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi, setelah turun dua hari berturut-turut. Mengutip Bloomberg, pukul 07.19 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 74,14 per barel, naik 0,38% dari sehari sebelumnya.

Harga minyak rebound setelah turun lebih dari 3% menyusul kemajuan awal dalam pembicaraan damai AS-Iran, yang mencakup pengecualian dari AS yang mengizinkan penjualan minyak dari Iran.

Para pejabat AS dan Iran menyebutkan kemajuan dalam putaran pertama pembicaraan menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran. 

Baca Juga: Harga Saham Rp 300-an, Emiten Ini Beri Dividen Yield 13%, Kinerja 2026 Juga Naik

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, Iran setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir untuk masuk ke negara itu. Namun, klaim ini dibantah oleh tantara Iran.

Dispensasi penjualan minyak dari Iran tersebut mengizinkan siapa saja membeli minyak Iran, termasuk kilang minyak AS.

Pasokan minyak dari Teluk Persia meningkat baru-baru ini, dimana produsen minyak seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab menemukan cara untuk mengirimkan energi.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah pada Selasa (23/6/2026), Cermati Sentimennya Berikut Ini

"Jalan negosiasi masih Panjang, dan pasar mungkin memperhitungkan surplus sebelum benar-benar terjadi, sama seperti pasar memperhitungkan deficit sebelum minyak benar-benar hilang," kata Rebecca Babin, Direktur pelaksana dan pedagang energi senior di CIBC Private Wealth seperti dikutip Bloomberg.

"Harga minyak mentah cenderung melampaui batas."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×