kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Naik Selasa (30/5) Pagi Meski Dibayangi Kenaikan Suku Bunga AS


Selasa, 30 Mei 2023 / 07:28 WIB
Harga Minyak Naik Selasa (30/5) Pagi Meski Dibayangi Kenaikan Suku Bunga AS
ILUSTRASI. Selasa (30/5) pukul 7.20 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2023 di New York Mercantile Exchange naik 0,21% ke US$ 72,82 per barel.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak naik pada pagi ini di tengah kesepakatan plafon utang tentatif Amerika Serikat (AS) yang akan mencegah default oleh konsumen minyak utama dunia. Di sisi lain, ada potensi kenaikan suku bunga lanjutan di AS yang bisa memicu penurunan konsumsi energi.

Selasa (30/5) pukul 7.20 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2023 di New York Mercantile Exchange naik 0,21% ke US$ 72,82 per barel dari posisi akhir pekan lalu US$ 72,67 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent kontrak Juli 2023 di ICE Futures turun 0,13% ke US$ 76,97 per barel dari posisi kemarin US$ 77,07 per barel.

Kedua benchmark terbalik antara wilayah positif dan negatif. Perdagangan minyak berjangka di bursa komoditas AS tutup karena hari libur nasional.

"Eforia kesepakatan utang berkurang karena kekhawatiran meningkat untuk kenaikan suku bunga lain oleh Fed pada bulan Juni," tulis broker Liquidity Energy LLC dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Harga Emas Turun Selasa (30/5) Pagi di Tengah Aksi Tunggu Kesepakatan Utang AS

Presiden AS Joe Biden dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kevin McCarthy selama akhir pekan membuat kesepakatan untuk menangguhkan plafon utang US$ 31,4 triliun dan membatasi pengeluaran pemerintah untuk dua tahun ke depan. Kedua pemimpin menyatakan keyakinan bahwa anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik akan mendukung kesepakatan tersebut.

Namun, analis melihat kenaikan harga minyak dari kesepakatan ini akan berumur pendek.

Pasar sekarang menghargai peluang sekitar 50-50 bahwa Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuan 13-14 Juni. Peluang kenaikan suku bunga ini naik dari peluang 8,3% yang diprediksi sebulan lalu, menurut FedWatch CME.

Pada pertemuan kebijakan terakhirnya pada 2-3 Mei, Federal Reserve mengisyaratkan terbuka untuk menghentikan siklus kenaikan suku bunga yang paling agresif sejak awal 1980-an pada bulan Juni.

"Suku bunga AS yang lebih tinggi merupakan angin sakal untuk permintaan minyak mentah," kata analis IG Sydney Tony Sycamore.

Baca Juga: Harga Batubara Masih Sulit Mendaki, Ini Penyebabnya

Dolar AS juga turun pada hari Senin karena kesepakatan plafon utang mengangkat selera risiko di pasar dunia dan merusak daya tarik safe-haven greenback. Greenback yang lebih rendah membantu permintaan minyak, yang dihargai dalam dolar AS.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan bertemu pada 4 Juni.

Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman memperingatkan short-seller yang bertaruh bahwa harga minyak akan turun untuk "diwaspadai", dalam kemungkinan sinyal bahwa OPEC+ dapat memangkas produksi lebih lanjut.

Namun, komentar dari pejabat dan sumber perminyakan Rusia, termasuk Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, mengindikasikan produsen minyak terbesar ketiga dunia itu condong ke arah membiarkan produksi tidak berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×