kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.002,21   -6,20   -0.61%
  • EMAS1.133.000 0,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Menguat Jelang Rilis Angka Inflasi dan Suku Bunga AS


Selasa, 13 Desember 2022 / 19:38 WIB
Harga Emas Menguat Jelang Rilis Angka Inflasi dan Suku Bunga AS
ILUSTRASI. Selasa (13/12) pukul 19.35 WIB, harga emas spot menguat 0,38% ke US$ 1.788,16 per ons troi.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh ekspetasi rendahnya kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Mengutip Bloomberg, Selasa (13/12) pukul 19.35 WIB, harga emas spot menguat 0,38% ke US$ 1.788,16 per ons troi.

Analis DC Futures Lukman Leong mengatakan kenaikan harga emas dalam sebulan terakhir akibat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed yang lebih kecil. The Fed menggelar rapat terakhir tahun ini pada 13-14 Desember 2022.

Kenaikan harga emas akan tergantung pada minggu ini. Amerika Serikat (AS) akan merilis data inflasi konsumen malam ini dan hasil pertemuan FOMC besok. Jika melewati level psikologis US$ 1.800 per ons troi, harga emas bisa melanjutkan rally kenaikan. 

"Saya masih cukup bullish pada emas, dan US$ 1.900 menurut saya sangat memungkinkan," kata Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa, (13/12). 

Baca Juga: Goldman Sachs: Emas Lebih Baik dari Bitcoin

Menurut Lukman, suku bunga bank sentral diperkirakan akan mencapai level tertinggi tahun depan. Walau demikian, dengan perlambatan ekonomi dan resesi global, emas akan kembali menjadi safe haven. Permintaan dari bank-bank sentral, terutama dari China juga masih akan terus kuat.

Lukman memperkirakan, harga emas di akhir tahun akan berada di US$ 1.750 per ons troi-US$ 1.800 per ons troi. Sedangkan harga emas tahun depan akan berada di level US$ 1.900 per ons troi-US$ 1.950 per ons troi.

Sentimen pendukung harga emas berasal dari permintaan fisik yang meningkat terutama pembelian dari bank sentral, resesi, ketidakpastian geopolitik seperti perang di Ukraina dan tensi China-Taiwan. 

"Pembelian bank sentral sebagai usaha memindahkan cadangan mereka dari dolar AS akan terus menjadi sentimen positif bagi harga emas. Ketidakpastian ekonomi, dan geopolitik juga akan terus mendukung harga emas," ujar Lukman. 

Sementara faktor negatif yang dapat menekan harga emas dari tingkat suku bunga yang akan mencapai tingkat tertinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×