kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga minyak mentah koreksi 0,8% setelah persediaan minyak AS membengkak


Rabu, 22 Juli 2020 / 09:33 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah melemah


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Tekanan bagi harga minyak bertambah setelah dalam briefing pertamanya dalam beberapa bulan yang berfokus pada pandemi, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa wabah itu mungkin akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, salah satu pengakuannya yang terbaru tentang penyebaran masalah ini.

"Rally minyak mentah menghantam dinding tebal setelah laporan API menunjukkan kenaikan tajam dalam stok dan pada peringatan Presiden Trump bahwa pandemi virus coorna di AS kemungkinan akan memburuk," kata Edward Moya, Senior Market Analyst OANDA di New York.

Sementara itu, laporan resmi dari pemerintah yang dikeluarkan Energy Information Administration (EIA) baru akan dirilis hari ini, waktu setempat. 

Data ekonomi dari Jepang, konsumen minyak terbesar keempat di dunia, juga menekan harga. Aktivitas pabrik yang dikontrak selama 15 bulan berturut-turut pada bulan Juli, menunjukkan aktivitas ekonomi yang lebih rendah karena pandemi ini meluas ke kuartal ketiga.

Baca Juga: Harga minyak jenis Brent capai US$ 43,49 per barel berkat potensi vaksin Covid-19

Sebelumnya, harga minyak mendapat angin segar dan menguat di tengah optimisme untuk vaksin Covid-19 dan setelah Uni Eropa sepakat memberikan stimulus € 750 miliar setara US$ 859 miliar untuk menopang ekonomi yang terdampak virus corona.

Namun, Stephen Innes, Chief Global Markets Strategist AxiCorp bilang, efek stimulus tersebut pada harga minyak tidak akan langsung terasa karena mungkin butuh berbulan-bulan untuk mulai mengalir dan dampaknya baru terlihat bertahun-tahun ke depan. 

Ada juga tanda-tanda bahwa Irak, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), masih belum memenuhi targetnya berdasarkan kesepakatan pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC.

Ekspor Irak Selatan dalam 20 hari pertama bulan Juli rata-rata 2,70 juta barel per hari, menurut data dari Refinitiv Eikon dan dua sumber industri, sama dengan data resmi untuk ekspor di semua Juni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×