kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Harga minyak mentah betah di atas US$110 per barel


Senin, 19 Agustus 2013 / 13:01 WIB
ILUSTRASI. Promo gratisan donut dan minuman dari Dunkin Donuts khusus setiap hari Kamis di bulan Maret 2022 (dok/Dunkin Donuts)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

SINGAPURA. Harga minyak mentah Brent bertahan di atas US$ 110 per barel hari ini, Senin (19/8). Harga bertahan karena adanya kekhawatiran investor akan status keamanan pasokan minyak di Timur Tengah.

Selain itu, investor mengambil berhati-hati karena mereka menunggu sikap dan keputusan dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) terkait kepastian stimulus.  AS menjadi pertimbangan karena negara itu merupakan konsumen minyak terbesar dunia.

Minyak mentah berjangka Brent pengiriman Oktober naik 9 sen menjadi US$ 110,49 per barel pada 0512 GMT. Brent sempat mencapai harga tertinggi empat bulan di posisi US$ 111,53 pada hari Kamis pekan lalu.

Saat itu harga minyak naik karena investor khawatir, konflik dan kekerasan di Kairo bisa mempengaruhi transportasi minyak di Terusan Suez.

Sementara itu, harga minyak AS untuk pengiriman September naik lebih tinggi sebesar 9 sen menjadi US$ 107,55 per barel.

"Banyak yang fokus pada ketegangan yang meningkat di Mesir dan apa pengaruhnya terhadap pasokan minyak," kata Ben Le Brun, analis dari OptionsXpress di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×