kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Harga Minyak Menguat pada Awal Pekan, Tersulut Ketegangan AS-China


Senin, 13 Oktober 2025 / 07:28 WIB
Harga Minyak Menguat pada Awal Pekan, Tersulut Ketegangan AS-China
ILUSTRASI. Harga minyak naik setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan keterbukaan terhadap kesepakatan dengan China. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak menguat pada awal perdagangan pekan ini. Mengutip Bloomberg, Senin (13/10/2025) pukul 07.18 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 59,62 per barel, naik 1,22% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 58,90 per barel.

Harga minyak naik setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan keterbukaan terhadap kesepakatan dengan China untuk meredakan ketegangan perdagangan baru antara kedua negara.

Mengutip Bloomberg, Trump pada Jumat pekan lalu mengumumkan tarif tambahan 100% terhadap China sera kontrol ekspor atas perangkat lunak penting mulai 1 November 2025.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, Premi Risiko Memudar Pasca Kesepakatan Gaza

Langkah ini dilakukan menyusul aksi Beijing yang menambahkan biaya pelabuhan baru bagi kapal-kapal AS dan pembatasan ekspor tanah jarang dan material penting lainnya.

Pada Minggu (12/10/2025), Trump menunjukkan kesediaan untuk mencapai kesepakatan. Sementara Beijing mendesak Washington untuk bernegosiasi dan mengatakan tidak akan ragu untuk membalas ancaman.

"Kami akan baik-baik saja dengan China," kata Trump kepada Wartawan pada Senin (13/10/2025) dini hari.

"Pasar sudah memperhitungkan skenario terburuk, jadi nada yang lebih lunak dari Trump masih memberi ruang bagi minyak mentah untuk bernapas," kata Haris Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital LP seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×