kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Harga minyak mencoba bangkit di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global


Selasa, 22 Oktober 2019 / 07:48 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi harga minyak dunia.


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak berusaha rebound setelah melorot di awal pekan. Selasa (22/10) pukul 07.30 WIB, harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 53,49 per barel, naik 0,34% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 53,31 per barel.

Kemarin, harga minyak turun hampir 1% terdorong oleh pernyataan pejabat Amerika Serikat tentang keprihatinannya terhadap perang dagang AS-China yang menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi. Alhasil, kondisi ini diprediksi akan mengurangi permintaan minyak dunia.

Baca Juga: Harga minyak dunia relatif stabil, dua sentimen ini jadi penentunya

Selain itu, harga minyak melorot karena Menteri Perdagangan AS menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan awal tidak perlu diselesaikan bulan depan, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan ia ingin menandatangani kesepakatan ketika bertemu pemimpin China pada pertemuan APEC November mendatang.

Menambah ketegangan, China tengah mencari cara untuk membalas sanksi bagi AS karena ketidakpatuhannya terhadap putusan WTO dalam kasus tarif di era Obama.

Baca Juga: Dibayangi perlambatan ekonomi global, harga minyak terkoreksi tipis di awal pekan

"Kompleksitas ini etap terperangkap dalam kisaran perdagangan yang ketat di tengah tarik ulur antara pengaruh dukungan dari perdagangan saham yang stabil dan pengaruh bearish dari kekhawatiran kelanjutan perang dagang utama yang dapat memaksa perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan ekonomi global," ujar Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates dalam sebuah laporan yang dikutip Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×