kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.406.000   2.000   0,14%
  • USD/IDR 16.220
  • IDX 7.263   -50,47   -0,69%
  • KOMPAS100 1.136   -9,92   -0,87%
  • LQ45 917   -6,25   -0,68%
  • ISSI 218   -1,15   -0,53%
  • IDX30 457   -4,04   -0,88%
  • IDXHIDIV20 549   -4,90   -0,89%
  • IDX80 128   -0,90   -0,70%
  • IDXV30 129   -0,84   -0,64%
  • IDXQ30 154   -1,56   -1,00%

Harga minyak mencapai level tertinggi sejak 2014


Kamis, 19 April 2018 / 07:40 WIB
Harga minyak mencapai level tertinggi sejak 2014
ILUSTRASI. Anjungan Lepas Pantai Pertamina


Reporter: RR Putri Werdiningsih, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terus melaju ke level tertinggi sejak Desember 2014. Kamis (19/4) pukul 7.27 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2018 di New York Mercantile Exchange menguat 0,41% ke level US$ 68,75 per barel.

Kenaikan harga masih berlanjut setelah kemarin minyak menguat 2,93% dalam sehari. Harga minyak WTI terus melaju dan mencapai level tertinggi sejak Desember 2014.

Harga minyak brent pun masih melaju hingga pagi ini. Harga minyak brent untuk pengiriman Juni 2018 di ICE Futures menguat 0,43% ke level US$ 73,80 per barel.
Kemarin, harga minyak acuan ini menguat 2,65%. Harga minyak brent ini adalah level tertinggi sejak Mei 2015.

Penurunan cadangan minyak Amerika Serikat (AS) membawa angin segar bagi pergerakan harga minyak dunia sejak kemarin. "Ini mungkin merupakan salah satu laporan paling bullish dalam beberapa waktu," ujar John Kilduff, mitra di Again Capital Management, New York seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/4).

Energy Information and Administration (EIA) melaporkan, untuk pekan yang berakhir 13 April pertumbuhan cadangan minyak menyah AS turun dari pekan sebelumnya 3,3 juta barel menjadi 1,1 juta barel. Padahal awalnya diperkirakan penurunannya hanya mencapai 500.000 barel saja.

Selain itu harga juga mendapat dukungan dari keyakinan Arab Saudi jika harga minyak bisa berada di kisaran US$ 80 - US$ 100 barel. Menurut tiga sumber Reuters, Saudi tidak akan mengubah kesepakatan pemotongan pasokan yang telah disepakati sebelumnya.

Apalagi harapan kenaikan harga ini semakin menguat dengan rencana Arab untuk melepas saham Aramco ke publik. "Saya tidak akan terkejut jika Arab Saudi ingin minyak mencapai US$ 100 barel sampai IPO ini keluar," tutur sumber tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×