Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga komoditas global menunjukkan arah berlawanan. Di tengah ketegangan geopolitik, harga minyak mentah justru menguat, sementara emas cenderung melemah.
Melansir data Trading Economics pada Kamis (26/3) pukul 14.14 WIB, harga minyak mentah jenis WTI mengalami kenaikan sebesar 2,82% menjadi US$ 92,88 per barel. Minyak jenis Brent yang menguat 2,63% menjadi US$ 104,87 per barel.
Sebaliknya, harga emas di pasar spot turun 1,84% menjadi US$ 4.448 per ons troi.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas: Harga Minyak Menguat, Emas Justru Tertekan
Adapun, harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (ANTM) bertahan di level Rp 2.850.000 per gram, tidak berubah dari harga perdagangan Rabu (25/3) dengan buyback turun Rp 17.000.
Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan terdapat sentimen penopang maupun penyeret harga minyak mentah dan emas pada hari ini.
"Kenaikan minyak mentah di atas 2% didorong oleh laporan penurunan stok minyak mentah serta eskalasi ketegangan di wilayah produsen utama yang mengancam arus pasokan, terutama supply shock dipicu penutupan selat Hormuz," kata Wahyu saat dihubungi Kontan, Kamis (26/3).
Namun, ia mengingatkan proyeksi perlambatan ekonomi global masih menjadi penahan karena berpotensi menekan permintaan energi di masa depan.
Di sisi lain, harga emas tertahan oleh tingginya imbal hasil obligasi AS yang mengurangi daya tarik aset tanpa bunga.
Meski begitu, permintaan fisik di Asia dan kekhawatiran terhadap stabilitas perbankan global masih menjadi penopang harga.
"Penurunan harga buyback sebesar Rp17.000 menunjukkan pasar domestik sedang menyesuaikan margin risiko di tengah volatilitas global," ujar Wahyu.
Baca Juga: Laba Bank Jago (ARTO) Melonjak 115%, Begini Rekomendasi Analis Maybank Sekuritas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













