kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Harga Minyak Melanjutkan Pelemahan Menuju ke Bawah US$ 63 per Barel


Selasa, 30 September 2025 / 12:41 WIB
Harga Minyak Melanjutkan Pelemahan Menuju ke Bawah US$ 63 per Barel
ILUSTRASI. The sun sets behind a crude oil pump jack on a drill pad in the Permian Basin in Loving County, Texas, U.S. November 24, 2019. REUTERS/Angus Mordant


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah berjangka WTI turun mendekati ke bawah US$ 63 per barel pada hari Selasa (30/9). Ini memperpanjang penurunan sesi sebelumnya, karena para pedagang mempertimbangkan prospek pasokan global yang lebih besar dan potensi gencatan senjata di Gaza. 

Laporan menunjukkan bahwa OPEC+ mungkin menyetujui peningkatan produksi tambahan sebesar 137.000 barel per hari untuk bulan November pada pertemuan hari Minggu. 

Selain itu, ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak dilanjutkan pada hari Sabtu melalui jalur pipa Irak-Turki, menyusul kesepakatan sementara yang mengakhiri penangguhan selama dua setengah tahun. 

Baca Juga: Harga Minyak dan Gas Alam Dunia Menguat, Bagaimana Nasib Emiten Migas?

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan sementara mengenai rencana perdamaian AS yang terdiri dari 20 poin untuk Gaza, tetapi Hamas belum menyetujuinya. 

Namun, Trump memperingatkan bahwa jika Hamas menolak rencana tersebut, Israel akan mendapatkan izinnya untuk "menyelesaikan pekerjaan" dengan dukungan penuhnya. Sementara itu, potensi risiko penutupan pemerintah AS juga telah meningkatkan kekhawatiran akan permintaan minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×