Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan milik artis Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) membukukan kinerja yang beragam pada semester I 2026. Pendapatan perseroan turun dua digit, tetapi laba bersih justru tumbuh signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan pada Senin (24/8/2026), RANS mencatat pendapatan Rp149 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Realisasi tersebut turun 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan terjadi pada dua lini bisnis utama RANS. Pendapatan dari segmen hiburan dan lifestyle turun 10,1%, sedangkan penjualan produk seperti makanan, minuman dan kecantikan terkoreksi lebih dalam sebesar 20,4%.
Segmen hiburan dan lifestyle menjadi kontributor terbesar pendapatan RANS dengan porsi sekitar 71%. Pendapatan dari segmen ini antara lain berasal dari production house, acara dan ticketing sebesar Rp44 miliar, konten media sosial Rp42,3 miliar, serta duta merek dan talent management Rp19,34 miliar.
Baca Juga: Prospek CMRY di Semester II 2026 Masih Positif, Ini Katalis dan Risikonya
Laba RANS tetap tumbuh
Di tengah penurunan pendapatan, RANS berhasil menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya.
Beban pokok pendapatan berhasil ditekan sehingga laba kotor hanya turun 8% menjadi Rp64,2 miliar. Perseroan juga mencatat penurunan beban penjualan dan administrasi.
Alhasil, laba operasional RANS justru meningkat 25% menjadi Rp33,6 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan efisiensi yang dilakukan perseroan mampu menahan tekanan terhadap pendapatan.
RANS kemudian membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp31,6 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 12,5% menjadi Rp25,6 miliar.
Data laporan keuangan yang dihimpun IPOT juga mencatat EBITDA RANS pada semester I 2026 sebesar Rp37,1 miliar. Dengan laba bersih tersebut, laba per saham RANS tercatat sekitar Rp2,03.
Tonton: Iran Blacklist 45 Kapal Tanker di Selat Hormuz, Ancaman Baru ke Jalur Minyak Dunia
Arus kas RANS menguat
Dari sisi arus kas, kinerja RANS juga menunjukkan perbaikan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi melonjak 73% menjadi Rp35,7 miliar sepanjang semester I 2026.
Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan serta efisiensi pembayaran kepada pemasok dan karyawan, meski kebutuhan operasional dan pembayaran pajak juga meningkat.
Namun, kenaikan arus kas operasi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan kas akhir periode.
Pada semester I 2026, RANS membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebelum IPO sebesar Rp19,5 miliar. Perseroan juga melakukan pembayaran utang sekitar Rp6,75 miliar.
Alhasil, kenaikan kas dan setara kas selama enam bulan pertama 2026 hanya sekitar Rp8,4 miliar, lebih rendah dibandingkan kenaikan Rp55,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tonton: Bukan Tambang! 1.800 Ton Emas Ternyata Dimiliki Masyarakat RI
Posisi keuangan RANS
Hingga 30 Juni 2026, kas dan setara kas RANS mencapai Rp108,5 miliar. Sementara itu, total aset perseroan tercatat Rp461,4 miliar.
Posisi utang juga relatif terkendali. Berdasarkan data laporan keuangan, utang jangka pendek RANS mencapai Rp14,7 miliar dan utang jangka panjang Rp15,9 miliar.
Adapun total ekuitas RANS tercatat Rp346,3 miliar pada akhir Juni 2026. Dengan demikian, data tersebut menunjukkan struktur permodalan perseroan masih relatif kuat dibandingkan total liabilitasnya.
Saham RANS melemah
Di pasar saham, harga saham RANS ditutup di level Rp198 pada perdagangan Senin (24/8/2026). Harga tersebut turun Rp2 atau 1% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026, saham RANS telah turun dari harga pencatatan Rp228 menjadi Rp198 per saham. Dengan demikian, saham RANS telah terkoreksi sekitar 13,16% sejak IPO.
Penurunan harga saham tersebut terjadi meski perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester I 2026. Investor selanjutnya perlu mencermati apakah tren efisiensi dapat dipertahankan sekaligus diikuti pemulihan pertumbuhan pendapatan RANS pada semester kedua tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














