kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Harga minyak melambung, beban biaya bahan bakar Garuda Indonesia naik menjadi 40%


Jumat, 27 Juli 2018 / 20:39 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di area GMF


Reporter: Yoliawan H | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak kenaikan harga minyak sepertinya turut dirasakan oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang sebagian besar beban usaha mereka terdapat dari biaya bahan bakar aftur.

Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PT Garuda Indonesia mengatakan akan ada peningkatan beban bahan bakar di semester I-2018 ini terhadap total beban perseroan.

“Total beban bahan bakar semester I-2018 sekitar 35%-40% dari total biaya. Dan ini merupakan tantangan. Kami telah melakukan hedging, serta melakukan cost efisiensi dari bahan bakar,” ujar Pahala saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/7).

Menurutnya tahun lalu porsi beban bahan bakar hanya sekitar 33% dari total biaya. Di sisi lain memang harga aftur di dalam negeri cenderung lebih mahal dibandingkan dengan luar negeri.

“Laporan lengkap semester I tunggu pekan depan. Peningkatan biaya aftur dan depresiasi rupiah di semester I mempengaruhi kinerja, namun dari sisi operasional masih ada perbaikan. Perbaikan lebih 30% di bottom line year on year di semester ini dan lebih dari 50% dari kuartal I-2018,” ujar Pahala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×