kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Harga minyak masih tertekan, ini kata analis


Minggu, 10 Januari 2016 / 08:42 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Setelah sempat terangkat dalam perdagangan kemarin, harga minyak kembali ditutup melemah.

Mengutip Bloomberg, Jumat (8/1) harga minyak WTI kontrak pengiriman Februari 2016 di New York Merchantile Exchange merosot 0,33% ke level US$ 33,16 per barel atau posisi terendahnya sejak 12 tahun terakhir.

Dugaan Nanang Wahyudin, Analis PT Finex Berjangka memang terjadi pasca penguatan index USD. Minyak WTI yang memang secara fundamental dan teknikal rentan pun tidak terhindar dari pelemahan.

“Selagi belum bisa menembus level US$ 35 per barel maka harga masih akan cenderung terus merosot,” ujar Nanang.

Penguatan USD memang terdukung oleh sajian data ketenagakerjaannya yang cukup memuaskan pasar. Mulai dari tingkat pengangguran bulanan yang bertahan di level 5% dan non-farm payroll Desember yang melesat tajam dari 252.000 menjadi 292.000.

Namun Nanang menduga ada potensi harga minyak kembali rebound terbatas di awal pekan. Salah satunya bisa ditopang oleh membaiknya inflasi Negeri Tirai Bambu. “Saran untuk trading di awal pekan buy on weakness,” saran Nanang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×