kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Harga minyak masih berpotensi turun di tengah konflik Timur-Tengah


Selasa, 23 Juli 2019 / 17:59 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

Baca Juga: AS jatuhkan sanksi kepada BUMN energi China karena masih membeli minyak dari Iran

Tak hanya itu, pergerakan harga minyak juga bisa dibatasi mengingat konflik di Timur Tengah diyakini tidak akan berujung pada aksi militer.

Ibrahim bilang, terlepas dari konflik dengan Iran, Inggris masih punya masalah Brexit yang jelas harus lebih dulu diprioritaskan. AS pun masih berada dalam ancaman perlambatan ekonomi, sehingga ada kemungkinan negara ini akan memperbesar lagi produksi minyaknya untuk menstabilkan harga di pasar.

“Intinya segala bentuk agresi militer di Timur Tengah berusaha dihindari karena kondisinya tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Akibat tumpahan minyak di perairan Karawang, tangkapan nelayan menurun drastis

Secara teknikal, bollinger band moving average 40% di atas bollinger bawah sehingga mengindikasikan harga minyak akan jatuh. Sementara itu, indikator Stochastic 60% positif. Sedangkan MACD dan RSI 60% negatif.

Ibrahim memproyeksikan, harga minyak akan bergerak di kisaran US$ 54,50—US$ 57,50 per barel pada esok hari. Sedangkan untuk sepekan ke depan, harga minyak akan berada di area US$ 51,20—US$ 58,70 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×