kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Harga minyak makin hangat setelah naik empat hari


Selasa, 27 Februari 2018 / 07:33 WIB
Harga minyak makin hangat setelah naik empat hari
ILUSTRASI. Harga minyak


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mulai menghangat kembali. Selasa (27/2) pukul 7.21 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2018 di New York Mercantile Exchange (Nymex) menguat 0,12% ke US$ 63,99 per barel ketimbang penutupan harga kemarin.

Ini adalah kenaikan hari keempat harga minyak WTI. Dalam empat hari, harga minyak menguat 3,74%.

Harga minyak brent pun masih menguat hingga penutupan perdagangan kemarin. Harga minyak yang menjadi acuan ini ditutup pada US$ 67,50 per barel pada Senin (26/2). Dalam tiga hari, harga minyak yang diperdagangkan di ICE Futures ini menanjak 3,18%.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, Arab Saudi akan mempertahankan penurunan produksi yang saat ini sudah dikurangi dari level sebelumnya. Khalid mengatakan, produksi minyak Arab bulan Januari hingga Maret akan lebih rendah ketimbang batas produksi, dengan rata-rata ekspor kurang dari 7 juta barel per hari.

Arab Saudi berharap, negara-negara OPEC lain juga menekan produksi hingga tahun depan untuk menstabilkan harga setelah kesepakatan berakhir pada tahun ini. "Saat ini sedang ada kajian dan ketika kami tahu persis apa yang bisa menyeimbangkan pasar, kami akan mengumumkan langkah selanjutnya, yang kemungkinan adalah mengurangi batasan produksi," kata dia seperti dikutip Reuters.

Khalid menambahkan, keseimbangan pasar bisa terjadi pada tahun depan.

Di sisi lain, cuaca dingin di Eropa menyebabkan perusahaan penyulingan minyak menunda jadwal pemeliharaan pabrik. Hal ini bisa menambah permintaan minyak mentah dalam jangka pendek.

"Menurut kami, permintaan akan cukup kuat, tapi tidak ada permintaan yang sangat besar," kata Joel Hancock, analis minyak Natixis. Dia memperkirakan, harga minyak akan bergerak di kisaran US$ 60 hingga US$ 70 per barel pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×