kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.689   8,00   0,05%
  • IDX 6.473   -61,38   -0,94%
  • KOMPAS100 858   -8,33   -0,96%
  • LQ45 652   -7,05   -1,07%
  • ISSI 223   -1,45   -0,64%
  • IDX30 362   -3,96   -1,08%
  • IDXHIDIV20 452   -5,74   -1,25%
  • IDX80 98   -0,94   -0,95%
  • IDXV30 125   -1,21   -0,96%
  • IDXQ30 117   -1,29   -1,09%

Harga Minyak Lanjut Menguat Selasa (15/9) Pagi, Investor Menimbang Risiko Pasokan


Selasa, 15 September 2026 / 07:34 WIB
Diperbarui Selasa, 15 September 2026 / 07:38 WIB
Harga Minyak Lanjut Menguat Selasa (15/9) Pagi, Investor Menimbang Risiko Pasokan
ILUSTRASI. Harga minyak naik karena para pedagang mempertimbangkan risiko pasokan dari Timur Tengah pasca jalur pipa Arab Saudi belum beroperasi lagi. (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali melanjutkan reli pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Mengutip Bloomberg, pukul 07.26 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 102,32 per barel, naik 0,92% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 101,39 per barel.

Harga minyak naik karena para pedagang mempertimbangkan risiko pasokan dari Timur Tengah pasca jalur pipa Arab Saudi belum beroperasi lagi setelah serangan.

Mengutip Bloomberg, pipa Timur-Barat Arab Saudi yang menjadi jalur alternatif penting untuk aliran di Selat Hormuz ditutup minggu lalu. Saudi Aramco belum menyatakan berapa lama penutupan itu akan berlangsung.

Baca Juga: Harga Saham Emiten Emas Melorot 5% 5 Hari, Analis Rekomendasi Beli

Meski begitu, Arab Saudi kini tengah berupaya untuk meningkatkan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Di bidang diplomasi, Teheran mengatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan dengan Washington hingga syarat-syarat terpenuhi.

"Industri minyak mentah terjebak antara realitas fisik yang menunjukkan hilangnya pasokan dan retorika yang mengarah pada potensi de eskalasi," kata Rebecca Babin, seorng trader energi senior di CIBC Private Wealth Management.

"Pada akhirnya, pasar akan lebih mementingkan barel minyak dan infrastruktur daripada retorika."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×