kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (28/5) Sore, Brent ke US$83,23 dan WTI ke US$78,9


Selasa, 28 Mei 2024 / 17:45 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (28/5) Sore, Brent ke US$83,23 dan WTI ke US$78,9
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A view shows oil pump jacks outside Almetyevsk in the Republic of Tatarstan, Russia June 4, 2023. REUTERS/Alexander Manzyuk


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak global stabil pada hari Selasa (28/5). Prospek OPEC+ mempertahankan pembatasan pasokan minyak pada pertemuan tanggal 2 Juni dan harapan kuatnya permintaan bahan bakar Amerika Serikat (AS) di musim panas menyeimbangkan kekhawatiran mengenai suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Melansir Reuters, harga minyak Brent bulan Juli naik 13 sen atau 0,2% menjadi US$83,23 per barel pada pukul 10.15 GMT.

Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$78,91 naik US$1,19 atau 1,5%, dari penutupan hari Jumat, setelah diperdagangkan selama hari libur AS untuk menandai Memorial Day tanpa penyelesaian.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Jelang Rilis data Inflasi AS Pekan Ini

“Minyak berada dalam mode pemulihan akhir-akhir ini, mungkin didorong oleh ekspektasi permintaan bahan bakar yang kuat karena dimulainya musim mengemudi dan liburan di musim panas,” kata Charalampos Pissouros, analis di broker XM.

Pada hari Senin (27/5), harga minyak naik lebih dari 1% dalam perdagangan yang tenang karena hari libur nasional di Inggris dan AS. Dengan harapan akan permintaan bahan bakar yang kuat dengan dimulainya musim mengemudi dan liburan musim panas di AS.

Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga AS dalam jangka waktu yang lebih lama berkontribusi pada kerugian mingguan minyak mentah pada minggu lalu. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat mengurangi aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

"Meskipun suasana cerah terlihat dalam dua hari terakhir, kekhawatiran suku bunga akan bertindak sebagai (rem) terhadap upaya lebih lanjut untuk membuat harga minyak lebih tinggi dalam waktu dekat," kata Tamas Varga dari broker PVM.

Meskipun demikian, meskipun ada pandangan umum bahwa suku bunga tinggi dapat mengakibatkan pertumbuhan permintaan minyak melemah, “data mobilitas real-time menunjukkan pertumbuhan permintaan minyak secara umum masih sehat,” tulis analis UBS Giovanni Staunovo dalam catatan kliennya.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik Tipis Senin (27/5), Brent ke US$82,68 dan WTI US$78,30

Dalam hal perjalanan udara di AS, jumlah kursi penerbangan domestik pada bulan Mei naik 5% secara bulanan dan hampir 6% secara tahunan menjadi sedikit di atas 90 juta, menurut data dari perusahaan analisis penerbangan OAG, yang melampaui angka pada tahun 2019.

Yang akan datang adalah pertemuan online para produsen OPEC+ pada hari Minggu. Di mana para pedagang dan analis memperkirakan pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari akan tetap terjadi.

“Ini adalah asumsi yang wajar bahwa tidak akan terjadi perubahan tingkat produksi,” tambah Varga dari PVM mengenai pertemuan OPEC+.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Negotiation For Everyone

[X]
×