kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.837   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.152   -20,40   -0,33%
  • KOMPAS100 812   -5,66   -0,69%
  • LQ45 613   -4,10   -0,66%
  • ISSI 211   -0,10   -0,05%
  • IDX30 347   -2,12   -0,61%
  • IDXHIDIV20 423   -3,49   -0,82%
  • IDX80 92   -0,75   -0,81%
  • IDXV30 114   -0,41   -0,36%
  • IDXQ30 110   -1,14   -1,03%

Harga Minyak Anjlok: Pasokan Mulai Bergerak Lewat Selat Hormuz


Jumat, 19 Juni 2026 / 09:15 WIB
Harga Minyak Anjlok: Pasokan Mulai Bergerak Lewat Selat Hormuz
ILUSTRASI. Harga minyak Brent dan WTI terperosok ke level terendah sejak Maret 2026


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - PERTH. Harga minyak anjlok pada hari ini karena prospek lebih banyak pasokan kembali ke pasar setelah kapal tanker minyak mulai bergerak melalui Selat Hormuz menyusul penandatanganan kesepakatan perdamaian sementara Amerika Serikat (AS)-Iran.

Jumat (19/6/2026) pukul 08.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 turun 54 sen atau 0,68% menjadi US$ 78,31 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2026 turun 46 sen, atau 0,60% ke US$ 76,14 per barel. Kontrak bulan Juli berakhir pada hari Senin (22/6/2026). Sementara, untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 yang lebih aktif diperdagangkan, berada di angka US$ 75,06 per barel, atau turun 79 sen.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.838 Per Dolar AS Hari Ini (19/6), Terlemah di Asia

Kedua patokan tersebut menyentuh titik terendah sejak awal Maret pada hari Kamis ketika beberapa kapal tanker, termasuk tiga kapal berbendera Arab Saudi dengan muatan 6 juta barel minyak mentah, berlayar melalui selat beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang mereka.

Para analis memperkirakan kesepakatan tersebut akan melepaskan lebih dari 85 juta barel minyak yang terperangkap di Teluk Timur Tengah ke pasar global. Perjanjian tersebut juga mencakup pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran yang akan menambah pasokan.

"Para pedagang masih menunggu bukti konkret bahwa lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz benar-benar normal sebelum berkomitmen pada penurunan selanjutnya," kata Kepala Analis Pasar KCM, Tim Waterer.

"Sampai kapal-kapal itu mulai bergerak secara konsisten lagi, skeptisisme tetap ada dan menahan penurunan harga."

Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut, dan para analis memperkirakan perdagangan dapat kembali normal dalam beberapa bulan mendatang jika kesepakatan AS-Iran tetap berlaku.

Produsen Timur Tengah juga bersiap untuk melanjutkan ekspor.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 30.000 di Level Rp 2.673 Per Gram, Jumat (19/6)

Kuwait Petroleum Corp mengatakan pada hari Kamis bahwa semua pemberitahuan force majeure yang dikeluarkan selama perang telah dicabut dengan segera.

Menteri Perminyakan Irak, Basim Mohammed, mengatakan ladang minyak negara itu siap untuk melanjutkan produksi dan kembalinya tingkat produksi normal akan terjadi secara bertahap hingga tingkat produksi sebelumnya pulih.

Namun, Israel terus melanjutkan perangnya melawan Hizbullah di Lebanon, menimbulkan pertanyaan tentang apakah perjanjian perdamaian AS-Iran akan bertahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×