kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga Minyak Anjlok, Bursa Global Menguat Usai Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka


Jumat, 17 April 2026 / 23:41 WIB
Harga Minyak Anjlok, Bursa Global Menguat Usai Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka
ILUSTRASI. Global Markets - Wall Street (REUTERS/Lucas Jackson)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK/LONDON. Pasar keuangan global menguat pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap dibuka selama masa gencatan senjata dalam konflik yang telah berlangsung tujuh pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Kabar ini langsung menekan harga minyak dunia dan memicu reli di pasar saham.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa seluruh kapal komersial diizinkan melintas di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi global, selama periode gencatan senjata berlangsung. 

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5% di Tengah Harapan Gencatan Senjata AS–Iran

Pernyataan ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak yang sebelumnya sempat mendorong harga energi melonjak.

Harga minyak pun terkoreksi tajam. Minyak mentah Brent turun 11,5% ke level US$ 87,94 per barel, sementara minyak mentah AS melemah ke US$ 83,33 per barel. 

Meski masih di atas level sebelum konflik sekitar US$70 per barel, harga tersebut sudah jauh dari puncak akhir Maret yang mendekati US$ 120 per barel.

Sentimen positif ini mendorong penguatan indeks saham global. Di Wall Street, indeks S&P 500 naik 1,15% ke 7.115,31, Dow Jones melonjak 1,95% ke 49.524,91, dan Nasdaq menguat 1,15% ke 24.378,97. 

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga mencetak rekor baru. Di Eropa, indeks STOXX 600 naik 1,49% setelah sebelumnya bergerak datar.

Kepala makro global ING, Carsten Brzeski, menilai kabar ini menjadi angin segar bagi pasar energi dan konsumen. "Ini jelas kabar positif dan akan membawa kelegaan bagi harga minyak dan pada akhirnya juga bagi konsumen," ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat: Ancaman Trump dan Nasib Selat Hormuz Makin Panas!

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz kemungkinan tidak langsung terjadi. 

"Meski Iran menyatakan jalur dibuka, pelaku industri seperti perusahaan asuransi dan pemilik kapal bisa saja masih berhati-hati, sehingga arus pelayaran pulih secara bertahap," tambahnya.

Seiring turunnya harga minyak, saham sektor energi ikut tertekan. Saham perusahaan minyak dan gas di Eropa turun sekitar 4,5%, sementara raksasa energi AS seperti Exxon Mobil dan Chevron masing-masing melemah sekitar 5%. 

Sebaliknya, saham maskapai penerbangan menguat, dengan American Airlines naik sekitar 8%.

Di sisi lain, saham Netflix anjlok lebih dari 9% setelah perusahaan streaming tersebut memberikan proyeksi pertumbuhan yang lemah dan mengumumkan pengunduran diri chairman sekaligus salah satu pendirinya, Reed Hastings.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 4% usai Komentar Trump yang Redakan Kekhawatiran Soal Iran

Di pasar obligasi, aset safe haven menguat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke level terendah sejak pertengahan Maret di 4,234%, sementara yield tenor 2 tahun turun menjadi 3,702%. Penurunan yield juga terjadi di Eropa, seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Analis Pepperstone, Michael Brown, menyebut normalisasi aliran komoditas dari Selat Hormuz dapat mengurangi risiko besar bagi perekonomian global. “Jika de-eskalasi berlanjut dan aliran komoditas kembali mendekati normal, maka risiko besar bagi ekonomi global akan berkurang,” ujarnya.

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah 0,51% ke level 97,71, menandai penurunan mingguan kedua berturut-turut seiring berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×