kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Harga Logam Mulia Melemah, Analis Sebut Hanya Koreksi Sementara


Kamis, 15 Januari 2026 / 17:26 WIB
Harga Logam Mulia Melemah, Analis Sebut Hanya Koreksi Sementara
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/ (REUTERS/Angelika Warmuth)


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Harga logam mulia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (15/1). Mengutip Trading Economics pukul 17.10 WIB, harga emas turun 0,36% ke US$ 4.611 per ons troi, sementara perak melemah 2,34% ke US$ 90,97 per ons troi.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan harga emas dan perak terutama dipicu aksi ambil untung investor setelah reli tajam sebelumnya. Selain itu, pasar juga merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bersikap lebih lunak terhadap Iran. “Profit taking, dan juga merespon pernyataan Trump yang lunak terhadap Iran dimana dia mengatakan bahwa belum ada rencana penyerangan atau intervensi dalam waktu dekat,” jelas Lukman pada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Sejalan dengan itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai koreksi harga ini merupakan respons alami pasar setelah emas dan perak mencetak rekor tertinggi. Meredanya kekhawatiran geopolitik dalam jangka pendek turut menekan minat beli aset safe haven, meski tidak mengubah tren jangka panjangnya.

Baca Juga: IHSG Terus Bikin Rekor Baru Pekan Ini meski Rupiah Melempem

Sepanjang 2026, pergerakan logam mulia masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen utama, mulai dari dinamika geopolitik global, kebijakan tarif dan politik Amerika Serikat, hingga arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan dolar AS. Ketidakpastian global tersebut dinilai tetap menjaga daya tarik emas dan perak sebagai aset lindung nilai.

Lukman menilai outlook emas dan perak masih sangat kuat. Emas berpeluang melanjutkan tren penguatan dan diperkirakan mampu menembus level psikologis US$ 5.000 per ons troi, sementara perak berpotensi bergerak di atas US$ 100 per ons troi, didukung permintaan industri dari sektor kecerdasan buatan (AI).

Pandangan tersebut sejalan dengan Sutopo yang menilai prospek emas tetap bullish secara struktural, seiring meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia di tengah kekhawatiran defisit fiskal dan de-dolarisasi. Sementara itu, perak dinilai memiliki potensi kenaikan lebih agresif karena perannya sebagai logam industri dalam transisi energi dan pengembangan teknologi.

Untuk 2026, Lukman memproyeksikan harga emas berada di kisaran US$ 5.400–US$ 5.700 per ons troi, sedangkan perak diperkirakan bergerak di rentang US$ 120–US$ 150 per ons troi. Di sisi lain Sutopo memperkirakan harga emas di 2026 bergerak dalam rentang US$ 4.500–US$ 5.000 per ons troi, sementara itu perak akan berada direntang US$ 70–US$ 88 per ons troi dan dalam skenario optimis diprediksi menguji ke level US$ 100 sebelum penutupan tahun.

Selanjutnya: Saham Bank Mulai Unjuk Gigi, Big Banks Ramai Dikoleksi

Menarik Dibaca: Menopause Bukan Cuma Milik Wanita, Ini yang Terjadi pada Pria

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×