kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

IHSG Terus Bikin Rekor Baru Pekan Ini meski Rupiah Melempem


Kamis, 15 Januari 2026 / 17:22 WIB
IHSG Terus Bikin Rekor Baru Pekan Ini meski Rupiah Melempem
ILUSTRASI. Menguatnya IHSG ditopang saham komoditas, meski rupiah melemah. Analis memperingatkan pentingnya mencermati perkembangan geopolitik.  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang sepekan perdagangan hingga Kamis (15/1/2026).

Pada penutupan Kamis (15/1/2026), IHSG menguat 0,47% ke level 9.075,41. Secara mingguan, IHSG menguat 1,68%. 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global. Ia menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.

“Selama sepekan, rupiah melemah sekitar 0,21%. Kondisi ini menambah tekanan psikologis bagi pasar, tetapi sentimen positif dari penguatan harga komoditas mampu menahan volatilitas,” kata Herditya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: IHSG Ditutup di Rekor Tertinggi Baru di 9.075 Kamis (15/1), Cek Sektor Penggeraknya

Harga komoditas emas dan logam mineral lain tercatat menguat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memberikan dorongan bagi saham-saham berbasis komoditas yang memiliki bobot cukup besar di IHSG. Penguatan tersebut turut berkontribusi pada pergerakan indeks ke zona hijau.

Selain faktor domestik, sentimen global juga memengaruhi arah pasar. Herditya menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik AS-Venezuela serta AS-Iran masih menjadi perhatian investor. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas komoditas dan aliran dana global.

“Pasar masih mencermati dinamika geopolitik global yang bisa memicu sentimen risk-off sewaktu-waktu. Namun untuk sementara, apresiasi harga komoditas membantu menjaga minat beli,” ujarnya.

Ke depan, Herditya menilai, IHSG masih berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas, mengikuti perkembangan nilai tukar rupiah, arah harga komoditas, serta eskalasi geopolitik global.

Ia menekankan pentingnya investor tetap waspada terhadap peningkatan volatilitas yang bisa muncul menjelang rilis data ekonomi global.

Baca Juga: Sudah Tembus Level 9.000, Simak Arah IHSG Jelang Libur Panjang

Selanjutnya: Pembiayaan Kendaraan Listrik CNAF Melonjak 87% pada 2025, Tembus Rp 1,38 Triliun

Menarik Dibaca: Menopause Bukan Cuma Milik Wanita, Ini yang Terjadi pada Pria

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×