kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga Komoditas Energi Kompak Turun, Merespons Potensi Kesepakatan AS-Iran


Jumat, 12 Juni 2026 / 16:34 WIB
Harga Komoditas Energi Kompak Turun, Merespons Potensi Kesepakatan AS-Iran
ILUSTRASI. Harga komoditas energi kompak anjlok pada Jumat (12/6/2026) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara AS-Iran. (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga komoditas energi kompak anjlok pada perdagangan Jumat (12/6/2026) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Trading Economics pada Jumat (12/6) pukul 16.15 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 4,5% dalam sehari ke kisaran US$ 83.782 per barel, Brent melemah 4,0% ke level US$ 86.493 per barel, sementara harga gas alam terkoreksi sekitar 3,3% dalam sehari menjadi US$ 3,05 per MMBtu.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan harga energi kali ini dipicu oleh sentimen geopolitik yang berkembang di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Mata Uang Asia Berpeluang Lanjut Menguat pada Semester II 2026, Ini Pemicunya

“Harga energi turun merespons pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam beberapa hari ke depan walau disinyalir dibantah Iran,” ungkap Lukman kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan tersebut juga berkaitan dengan peluang kembali terbukanya Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dunia.

Jika jalur tersebut kembali beroperasi normal, pasokan minyak global diperkirakan meningkat sehingga dapat menekan harga minyak mentah dunia.

Sentimen tersebut tidak hanya berdampak pada pasar energi, tetapi juga mempengaruhi pergerakan dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed.

Menurut Lukman, harapan turunnya harga energi akan berkontribusi pada penurunan tekanan inflasi di AS. Kondisi ini pada akhirnya dapat membuka ruang bagi bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa sentimen yang mendorong pelemahan harga energi saat ini masih bersifat spekulatif. “Selama ini, pernyataan sepihak dari AS tidak terbukti benar, jadi masih sangat spekulatif untuk mengharapkan ini akan menjadi sesuatu yang pasti dan jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga: IHSG Menguat 2,7% ke 6.007 pada Jumat (12/6/2026), AMMN, DEWA, BUMI Top Gainers LQ45

Dengan asumsi Selat Hormuz masih tetap tertutup atau mengalami gangguan signifikan, Lukman memperkirakan harga minyak mentah WTI masih akan bergerak di kisaran US$ 85 hingga US$ 105 per barel hingga akhir kuartal III 2026.

Sementara itu, harga minyak Brent diproyeksikan berada di rentang US$ 88 hingga US$ 108 per barel. Adapun harga gas alam diperkirakan bergerak pada kisaran US$ 3 hingga US$ 4 per MMBtu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×