kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Harga Jual Masuki Fase Bearish, Simak Prospek dan Rekomendasi Saham Produsen Emas


Kamis, 11 Juni 2026 / 20:19 WIB
Harga Jual Masuki Fase Bearish, Simak Prospek dan Rekomendasi Saham Produsen Emas
ILUSTRASI. Merdeka Gold Resources (EMAS) Lakukan Penuangan Emas Perdana dari Tambang Pani (Dok/Merdeka Gold Resources (EMAS))


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pelemahan harga emas dunia tampak masih berlanjut. Emiten-emiten produsen emas pun perlu mewaspadai dampak yang ditimbulkan akibat koreksi harga komoditas tersebut.

Merujuk data di situs Trading Economics, harga emas dunia telah terkoreksi 9,03% dalam sepekan terakhir ke level US$ 4.070,64 per ons troi pada Kamis (11/6/2026) pukul 19.45 WIB. Kini, harga emas telah terkoreksi 5,77% year to date (ytd) sejak awal tahun.

Salah satu emiten pertambangan emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memandang bahwa volatilitas harga komoditas sebagai bagian dari siklus industri yang perlu dikelola secara prudent.

Di sisi lain, ANTM menilai permintaan emas domestik masih menunjukkan tren yang baik seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi berbasis emas. 

Baca Juga: Rupiah dalam Tren Melemah, Simak Rekomendasi Saham Sektor Konsumer

"Perusahaan terus berfokus pada penguatan fundamental operasional, efisiensi biaya, serta pengembangan hilirisasi untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar," ujar Corporate Secretary Aneka Tambang Wisnu Danandi Haryanto kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Dia melanjutkan, strategi utama ANTM adalah menjaga keseimbangan antara optimalisasi operasional, efisiensi biaya, serta penguatan pasar domestik.

ANTM terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses masyarakat terhadap produk emas ANTAM melalui berbagai kanal distribusi, termasuk sinergi dengan para mitra strategis dalam pengembangan ekosistem bullion nasional.

Sementara itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, meski jatuh ke level US$ 4.000 per ons troi, sebenarnya posisi harga emas terkini masih di atas breakeven emiten produsen komoditas tersebut. Alhasil, margin mereka di atas kertas masih cukup terjaga.

Kendati demikian, Wafi menilai ada kelompok emiten yang berpotensi paling terdampak oleh tren koreksi harga emas.

Misalnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang dianggap cukup sensitif terhadap perubahan harga jual rata-rata atau average selling price.

Baca Juga: IHSG Akan Tes Support Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (8/6)

Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga relatif rentan tertekan karena adanya eskposur tembaga dan/atau nikel yang dapat menimbulkan tekanan ketika harganya ikut volatil.

“Pelemahan harga emas kali ini lebih de-risking valuasi premium sektor tersebut,” kata dia, Kamis (11/6).

Secara umum, potensi pertumbuhan kinerja emiten-emiten produsen emas masih cukup terbuka pada 2026, terutama jika diukur dari kemampuan produksi.

Emiten seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan MDKA melalui PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bakal diuntungkan dengan target produksi yang cukup masif pada tahun ini yakni masing-masing 80.000 ons troi dan 100.000—115.000 ons troi.

Tingginya volume tersebut diyakini dapat mengimbangi risiko rendahnya ASP seiring pelemahan harga emas di pasar global.

Katalis positif lainnya muncul dari pelemahan kurs rupiah yang dianggap dapat menguntungkan oleh emiten produsen emas dengan pendapatan dolar AS.

“Pembelian emas oleh bank-bank sentral global yang masih berlanjut juga akan berdampak pada harga struktural,” imbuh Wafi.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×