kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga gas alam tunggu data China dan AS


Rabu, 12 Oktober 2016 / 21:44 WIB


Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah mendulang penguatan signifikan, akhirnya pada Rabu (12/10) ini gas alam mengalami koreksi. Mengutip Bloomberg, pada Rabu (12/10) pukul 20.18 WIB, harga gas alam kontrak pengiriman November berada di level US$ 3,229 per mmbtu.

Lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level US$ 3,237 per mmbtu. Dugaan para analis, gas alam akan terus mengalami koreksi, paling tidak sampai akhir pekan ini.

Ibrahim, direktur Garuda Berjangka memprediksi, harga gas alam akan terus mengalami koreksi hingga dikeluarkannya rilis neraca perdagangan negeri Tirai Bambu pada Kamis (13/10). "Prediksinya, impor China menurun, hal ini pasti akan mempengaruhi harga gas alam," kata Ibrahim.

Seperti diketahui, China adalah salah satu pengimpor terbesar gas alam di pasar global. Selain dari China, yang perlu diperhatikan juga adalah data klaim pengangguran AS yang akan dikeluarkan oleh Departemen Ketenagakerjaan AS juga pada Kamis (13/10) ini.

"Diperkirakan warga AS yang mengajukan klaim ini untuk pertama kalinya sejumlah 252.000 orang, meningkat dari minggu sebelumnya sebanyak 249.000 orang," katanya.

Jika angka pengangguran di AS terlihat baik pada Kamis (13/10) ini, artinya indeks dollar menguat dan dapat melemahkan harga gas alam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×