Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor berinvestasi di aset berbasis emas menurun di kuartal II-2026. Ini terlihat dari laporan Gold Demand Trends Q2-2026 yang dipublikasikan World Gold Council (wGC), Jumat (31/7/2026).
WGC mencatat, investasi pada ETF emas, emas batangan, dan koin turun menjadi 262 ton pada kuartal kedua. Penyebab utama penurunan ini adalah pergeseran strategi investasi investor, yang menyebabkan arus keluar dana dari ETF emas.
Di sisi lain, pembelian emas batangan dan koin emas secara umum stabil. Faktor yang mendorong hal ini antara lain penurunan harga emas. WGC melihat, investor menunjukkan kehati-hatian yang lebih besar dalam menghadapi koreksi harga dan periode konsolidasi ini.
Buat perbandingan, di periode yang sama setahun sebelumnya, WGC mencatat investasi di instrumen berbasis emas mencapai 486,8 ton. Artinya, realisasi di kuartal II tahun ini turun sekitar 46% secara tahunan.
Baca Juga: Melonjak 62%, Bank Sentral Global Borong Emas 289 Ton pada Kuartal II – 2026
Sementara di kuartal I-2026 lalu, investasi di emas masih mencapai 539,2 ton. Jadi, secara kuartalan, investasi di aset berbasis emas turun sekitar 51%. Setahun terakhir, minat investasi di emas sempat mencapai level tertinggi di kuartal IV-2025, sebesar 603,9%.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh arus dana keluar (outflow) sebesar 44,8 ton dari exchange traded fund (ETF) emas fisik di kuartal II-2026. Meski demikian, permintaan ETF sepanjang semester pertama mencatatkan arus masuk bersih sebesar 18 ton, karena di kuartal I-2026 masih tercatat arus masuk 62,4 ton emas ke ETF.
Kendati begitu, arus masuk ke ETF emas dan produk sejenis tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. WGC mencatat, di kuartal II, III, dan IV tahun 2025 lalu, arus masuk ke ETF emas dan produk sejenis masing-masing sebesar 171,1 ton, 225,7 ton, dan 175,7 ton.
Investasi emas batangan dan koin emas relatif stabil dengan penurunan hanya 3% secara tahunan. Di kuartal II-2026, permintaan emas batangan dan koin emas mencapai 307,1 ton. Setahun sebelumnya, permintaan mencapai 315,6 ton.
Baca Juga: Permintaan Emas Global pada Semester I-2026 Meningkat 2% Capai 2.522 Ton
Secara kumulatif, permintaan emas batangan dan koin pada semester I-2026 masih 21% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini didukung tingginya permintaan di kuartal pertama, mencapai 476,8 ton.
Kendati demikian, WGC menilai prospek investasi emas tetap positif. “Memasuki semester II-2026, investasi diperkirakan menjadi pendorong utama permintaan emas, meski komposisinya berpotensi bergeser. Aktivitas di luar bursa resmi dan minat investor Asia diprediksi makin dominan,” ujar Louise Street, Senior Markets Analyst WGC, dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Louise melihat ETF emas di pasar Barat akan lebih dipengaruhi oleh imbal hasil riil, ekspektasi kebijakan moneter AS, serta pergerakan dolar AS. Bank sentral diperkirakan tetap aktif membeli emas, meski dengan laju yang sedikit melambat dibandingkan dengan empat tahun terakhir. Di sisi lain, tingginya harga emas akan terus menekan volume permintaan perhiasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
