Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026) setelah lonjakan harga minyak memicu kembali kekhawatiran inflasi.
Kondisi ini mendorong pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan pekan ini.
Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.321,26 per ons troi pada pukul 07.24 GMT. Harga emas berjangka AS juga melemah 1,1% ke US$4.361,20 per ons troi.
Dengan penurunan tersebut, harga emas telah mencatat pelemahan selama tiga pekan berturut-turut hingga perdagangan Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2.602.000 per Gram, Senin (14/9)
Tekanan terhadap emas meningkat seiring ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang semakin kuat. Data inflasi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan harga konsumen meningkat pada Agustus, sementara inflasi inti mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 87% dalam pertemuan yang berlangsung Selasa-Rabu waktu AS. Angka tersebut meningkat dari sekitar 67% sebelum data inflasi AS dirilis pekan lalu.
"Lonjakan harga energi dan meningkatnya ekspektasi suku bunga memberikan tekanan terhadap emas," kata Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu pemicu utama perubahan ekspektasi tersebut. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2% pada Senin setelah serangkaian serangan Houthi ke Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Tekanan pasokan juga bertambah setelah penutupan salah satu jaringan pipa minyak utama Arab Saudi. Di sisi lain, upaya diplomasi di Timur Tengah kembali menghadapi ketidakpastian setelah pertemuan Iran dengan sejumlah negara Teluk ditunda.
Baca Juga: Harga Logam Tren Melemah, Apakah Emas & Perak Perlu Dijual / Dibeli?
Kenaikan harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi sehingga dapat membuat bank sentral mempertahankan atau menaikkan suku bunga lebih tinggi.
Bagi emas, kondisi tersebut menjadi sentimen negatif karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbunga meningkat.
Selain The Fed, pasar juga memperkirakan Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga pada Jumat. Persistennya inflasi dan ketahanan pertumbuhan ekonomi meningkatkan peluang berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di sejumlah bank sentral utama.
Meski demikian, emas masih berpotensi mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter yang masih berubah-ubah.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (12/9): Naik Rp 4.000 Jadi Rp 2.604.000 Per Gram
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,3% menjadi US$63,63 per ons troi. Platinum melemah 0,4% menjadi US$1.789,35 per ons troi, sedangkan palladium turun 0,4% menjadi US$1.293,46 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













