kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Emas Terkoreksi Pagi Ini (29/4), Investor Menanti Rilis Data Ekonomi AS


Selasa, 29 April 2025 / 07:37 WIB
Harga Emas Terkoreksi Pagi Ini (29/4), Investor Menanti Rilis Data Ekonomi AS
ILUSTRASI. Harga emas melemah menjelang rilis data ekonomi AS pekan ini yang akan memberikan panduan mengenai dampak keputusan tarif impor Presiden Trump. REUTERS/Ajay Verma


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terkoreksi namun masih bergerak stabil pada perdagangan Selasa (29/4) pagi. Pukul 07.30 WIB, harga emas spot ada di US$ 3.333,04 per ons troi, turun 0,33% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 3.343,98 per ons troi.

Harga emas melemah menjelang rilis data ekonomi AS pekan ini yang akan memberikan panduan mengenai dampak keputusan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump yang memicu perang dagang.

Mengutip Bloomberg, JPMorgan Chase & Co memperkirakan harga emas akan kembali naik di tengah pelemahan dolar AS sebagai imbas pelepasan aset AS di bawah kebijakan Trump. 

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun ke US$3.297,1 Senin (28/4), Ketegangan Dagang AS-China Mereda

Kemarin, dolar AS melemah 0,5%, yang membuat emas batangan lebih murah bagi sebagian besar pembeli.

Para pedagang mempertimbangkan prospek ekonomi global di tengah meningkatnya ketidakpastian atas dampak perang dagang yang dipimpin AS. Hal ini memicu permintaan emas sebagai aset safe haven dan membuat harganya terus naik dalam beberapa bulan terakhir.

Harga emas naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini, didorong perang dagang dan ekspektasi perlambatan ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×