kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga Emas Terkoreksi pada Jumat (6/3/2026) Pagi, Tertekan Penguatan Dolar AS


Jumat, 06 Maret 2026 / 07:48 WIB
Harga Emas Terkoreksi pada Jumat (6/3/2026) Pagi, Tertekan Penguatan Dolar AS
ILUSTRASI. Harga emas turun, tertekan oleh penguatan dolar AS dan prospek berkurangnya pelonggaran kebijakan moneter AS karena perang di Timur Tengah. (REUTERS/Angelika Warmuth)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan Jumat (6/3/2026) pagi. Pukul 07.43 WIB, harga emas spot ada di US$ 5.079,54 per ons troi, turun 2,76% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.082,30 per ons troi.

Harga emas turun, tertekan oleh penguatan dolar AS dan prospek berkurangnya pelonggaran kebijakan moneter AS karena perang di Timur Tengah belum ada tanda-tanda penyelesaian.

Mengutip Bloomberg, harga emas turun karena kekhawatiran inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Baca Juga: Harga Minyak Terkoreksi pada Jumat (6/3) Pagi, Pasca Melambung Tinggi Kemarin

Inflasi yang tinggi akan mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunganya atau bahkan menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan inflasi.

"Sebagian dari pelemahan emas tampaknya didorong oleh pergerakan risk on yang dipicu oleh pasar saham, terutama selama sesi perdagangan AS, dimana investor menggunakan emas sebagai sumber likuiditas daripada mempertanyakan fundamentalnya," kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Bank.

"Tekanan itu cenderung mereda setelah momentum pasar saham memudar, sehingga dukungan untuk emas tetap utuh."
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×