kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Harga Emas Terkoreksi, Dolar Menguat dan Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS


Kamis, 05 Februari 2026 / 05:09 WIB
Harga Emas Terkoreksi, Dolar Menguat dan Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Rabu (4/2/2026) setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Investor juga mulai mengambil untung usai reli tajam beberapa hari terakhir, sembari menunggu rilis data ketenagakerjaan AS dan mencermati perkembangan geopolitik global.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% ke level US$ 4.924,89 per ons pada pukul 01.31 siang waktu setempat. Padahal sebelumnya, emas sempat melonjak hingga 3,1% dalam sesi yang sama, setelah sehari sebelumnya melesat 5,9%.

Baca Juga: Rekor Baru! Permintaan Emas Dunia Tembus 5.002 Ton Sepanjang 2025

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April justru ditutup naik tipis 0,3% ke US$ 4.950,80 per ons.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu penekan utama harga emas. Indeks dolar bertahan di level tertinggi lebih dari sepekan, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

“Kami melihat pembalikan arah dolar, dan penguatan itu memberi tekanan pada emas,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures. Ia menilai pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah mencetak rekor tertinggi.

Sebelumnya, harga emas sempat anjlok lebih dari 13% dalam dua hari perdagangan, yakni Jumat dan Senin, yang menjadi penurunan dua hari terdalam dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Rp 27.000 di Malam Ini (4/2), Jadi Rp 2.973.000 Per Gram

Koreksi itu terjadi setelah emas menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar tertuju pada rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung Jumat.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga melakukan pembicaraan luas dengan Presiden China Xi Jinping, menjelang rencana kunjungan ke China pada April, menyusul pertemuan virtual Xi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pelaku pasar juga mencermati data ekonomi AS. Laporan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta hanya bertambah 22.000 pada Januari, jauh di bawah ekspektasi 48.000.

Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menyatakan laporan ketenagakerjaan Januari baru akan dirilis pada 11 Februari, setelah sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintah AS yang berakhir Selasa lalu.

Baca Juga: Harga Emas Sempat Tertekan, WGC: Koreksi Buka Peluang Akumulasi

Saat ini, investor memperkirakan setidaknya akan ada dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung lebih diminati.

Goldman Sachs masih melihat peluang kenaikan harga emas dan mempertahankan proyeksi US$ 5.400 per ons pada Desember 2026, dengan permintaan sektor swasta sebagai potensi kejutan positif.

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya cenderung menguat. Harga perak spot naik 1,3% ke US$ 86,08 per ons. Platinum bertambah 0,6% ke US$ 2.221,76 per ons, sedangkan palladium naik 1,3% ke US$ 1.756,18 per ons.

Selanjutnya: Risiko Beban Biaya Utang Pemerintah Meningkat

Menarik Dibaca: Ucapan Milad HMI ke-79, Pesan Bermakna untuk Perkuat Persatuan Mahasiswa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×